Warga Sumber Baru Raup Jutaan Rupiah Dengan Bertani Sawi Binaan PT BIB

0
255
Batulicin,Wartatanbu.co.id – Situasi ekonomi yang tak menentu ditengah pandemi Covid-19 membuat setiap orang harus berfikir menemukan formula agar bisa bertahan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meraup untung mengumpulkan pundi pundi rupiah.
Salah satunya yakni dengan bertani yang memang mulai banyak diminati masyarakat khususnya kaum muda saat ini.
Dengan perencanaan yang matang dan budidaya yang tepat, tentunya seseorang bisa meraup untung dari usaha ini.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Didik Andika (38) ,warga Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel ini. Ia sukses bertani sawi dan beragam jenis sayuran dengan memanfaatkan lahan perkarangan rumah.
Dari hasil bercocok tanam sawi itu, Didik mengaku bisa meraup omzet jutaan rupiah dari hasil menanam sayur tersebut.
Awal Mula Terjun Menekuni Usaha Ini.

Didik mengatakan mulai merintis usaha tani ini sejak tahun 2019 lalu. Di atas lahan seluas 100×50 meter persegi miliknya ia memulai usahanya dibawah binaan PT Borneo Indobara (BIB).
“Yang ditanam saat ini ada sawi,kangkung, bayam dan cabe.Ini kita lagi bikin bedengan untuk tanam cabe,” terangnya kepada wartatanbu.co.id, Jum’at (4/2/22).
Kedepannya, lanjut didik selain cabe dirinya akan mencoba menanam semangka.
“Kalau kawan kawan lain sudah pernah coba tanam semangka,dan alhamdulillah berhasil,teragantung cuaca,”lanjutnya.
Dalam menjalankan usahanya ini,Didik mengaku tidak mengalami banyak kendala. Teknik bertani telah ia dapatkan secara otodidak dari pengalaman bersama orang tuanya.
“Kendala kita paling ya cuaca, kalau cuaca mendukung proses pengolahan lahan juga bisa cepat dan hasilnya juga maksimal,” imbuhnya.
Usaha bertani yang digeluti Didik bersama 4 rekannya itu merupakan salah satu program CSR PT Borneo Indobara (BIB) untuk mewujudkan petani mandiri diwilayah operasional perusahaan.
“Kalau pembinaan dan bantuan dari perusahaan masih terus berjalan,belum bisa lepas 100 persen,” pungkas Didik.
Pemasaran dan Omzet
Didik mengungkapkan soal pemasaran ia lebih fokus di daerah sekitar saja. Permintaan pemasaran pun sebnarnya ada dari luar.
Didik mengaku, untuk hasil bertani ini bisa menghasilkan rata rata 500 kg perbulan, Bahkan jika cuaca medukung bisa mencapai 4 ton perbulan.
“Kita tanamnya kan perspot spot, ya rata rata 500 kg per bulan. Itu kalau dirata ratakan keuntungan bersih 10 hingga12 juta perbulan,” tandasnya.
Untuk pemasaran sendiri dirinya belum sampai ke luar karena memang fokus pemasaran yang ada di daerah sekitar saja.
” Permintaan dari luar potensinya sangat besar,tapi itu tadi, harus didukung cuaca dan perluasan lahan tanam,”tandasnya.
Kedapannya didik mengajak agar generasi muda terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, dunia pertanian masih memiliki banyak peluang untuk dikembangkan.
Sementara itu, Senior Manager CSR PT Borneo Indobara, Dindin Makinudin mengungkapkan, keberhasilan yang diraih Didik bersama rekan lainnya merupakan wujud keuletan dan ketekunan dalam menjalankan usaha yang dibina melalui program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Borneo Indobara.
” Perusahaan ingin mewujudkan bagaimana masyarakat memiliki usaha yang kedepannya benar benar bisa mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dindin.
Lebih jauh Dindin mengatakan, pembinaan program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menciptakan peluang ekonomi mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat disekitar lingkar tambang operasional perusahaan. (Wtol).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here