Warga Indra Loka Jaya Sulap Motor Bekas Jadi Katrol Adukan Semen.

0
93
Batulicin,WTol – Beragam cara dilakukan oleh masyarakat untuk membantu meringankan pekerjaannya sehari-hari.
Seperti yang dilakukan Suparman,Warga Desa Indraloka Jaya, Kecamatan Kuranji yang memanfaatkan motor bekas dan peralatan bekas lainnya yang dibuat menjadi alat angkut adukan semen.
Alat sederhana ini mampu meringankan pekerjaannya dalam pembuatan bangunan seperti rumah bertingkat atau bangunan sarang burung wallet,sehingga efisiensi waktu dan tenaga serta biaya lebih ringan.
Jika biasanya untuk menaikan adukan cor,memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak karena harus dinaikkan sedikit demi sedikit, maka  dengan inovasi sederhana ini, mampu mengisi adukan lebih banyak dan tidak memerlukan tenaga yang banyak.
“Untuk menaikkan adukan semen keatas bangunan setinggi 20 meter biasanya membutuhkan minimal 10 orang,dengan alat sederhana ini cukup hanya dengan 3 orang saja,”ungkapnya
Inovasi ini sangat cocok bagi masyarakat pedesaan seperti umumnya yang ada di Kecamatan Kuranji, terutama bagi warga masyarakat yang berprofesi sebagai tukang atau buruh bangunan.
Inovasi alat sederhana ini dinamakan Mesin Katrolik Sederhana.
Pembuatan Teknologi Tepat Guna ini mendapat apresiasi dari Camat Kuranji, Samsir, SE. M.AP, yang sengaja mampir dan berdialog dengan warga Desa Indraloka Jaya tersebut saat melakukan kunjungan ke desa desa di Kecamatan Kuranji, Kamis (27/2/20)
Samsir meminta inovasi warga ini bisa diikutkan dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang akan dilaksanakan beberapa hari mendatang di Kabupaten Tanah Bumbu.
“Dengan mengikuti Lomba TTG nanti, minimal akan mendapatkan masukan dan arahan dari Instansi atau Dinas terkait, agar inovasi ini bisa lebih dikembangkan dan disempurnakan,” terangnya
Di waktu yang sama, Camat Kuranji juga berkenan meninjau salah satu pengrajin barang bekas yang ada di Desa Ringkit Kecamatan Kuranji.
Sukisno,seorang pengrajin yang berprofesi sebagai bengkel mobil dan motor, membuat alat transportasi sederhana yang diberi nama “BMX Mokas”.
Untuk membuat BMX Mokas ini ia memanfaatkan barang-barang bekas yang di peroleh dari pengepul
Disebut BMX karena alat ini mirip sepeda gunung BMX dan Mokas,alat transportasi ini menggunakan mesin motor bekas yang sudah di reparasi sebagai sumber tenaganya.
Berbekal kemampuannya sebagai seorang bengkel, Sukisno memanfaat kan besi-besi bekas yang dibelinya dengan harga murah pada seorang pengepul kemudian diolah menjadi rangka sebuah sepeda.
Memanfaatkan mesin-mesin sepeda motor yang sudah rusak dan dijual murah oleh pemiliknya, pria yang sehari-harinya menggeluti pekerejaan “bengkel” ini, mereparasi mesin-mesin yang sudah rusak itu dan dipadukan dengan rangka sepeda yang sudah terbuat dari bahan limbah tadi.
Pria yang akrab di panggil Mas Kis ini mengungkapkan,produksi BMX Mokas nya sudah dipasarkan sebanyak 10 unit dengan kisaran harga Rp 4,5 – 5 juta.
Camat Kuranji yang mengunjungi langsung bengkel kreatifitas warganya ini mengapresiasi inovasi tersebut terutama dalam hal pemanfaatn barang-barang bekas yang tak bernilai menjadi barang yang bernilai guna.
“Kita berharap kreatifitas yang baik seperti ini, bisa tumbuh dan berkembang di masyarakat, karena akan berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan baru,” tandasnya
Munculnya inovasi dengan keterampilan semacam ini tambah Samsir, juga bisa disalurkan kepada warga yang lain, terutama bagi anak-anak muda yang belum mempunyai pekerjaan,sehingga mampu memciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengaangguran.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here