Wabup Tanbu Ikuti Rapat Virtual Penanganan Pasca Banjir Kalsel

0
219
Batulicin,wartatanbu.co.id – Wakil Bupati Tanah Bumbu,H. Ready Kambo bersama Asisten Bidang Pemerintahan, Hj. Mariani mengikuti rapat virtual penanganan pasca banjir Kalsel, di ruang DLR, Jumat (22/02/21).
Rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan,Roy Rizali Anwar berlangsung diruang BPBD Provinsi Kalsel,membahas sejumlah hal diantaranya penyaluran bantuan bencana alam.
Seperti diwartakan, 9 wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan yang terdampak bencana banjir telah menyisakan berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan serius.
Dalam kesempatan itu Pj.Sekda Prov. Kalsel Roy Rizali Anwar meminta seluruh Kabupaten terdampak banjir agar terus mencermati perkembangan kondisi terkini, sehingga penyeluran bantuan terhadap korban sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Kerusakan infrastruktur baik perumahan di berbagai wilayah terdampak banjir maka segala kerusakannya akan di biayai oleh Pemerintah pusat melalui BNPB,”ujar Roy
Sementara itu,Danrem 101 Antasari Brigadir Jenderal TNI Firmansyah yang terhubung dalam rapat tersebut serta melibatkan Dinas Sosial dan BPBD seluruh wilayah yang terdampak Banjir.
“Berdasarkan laporan beberapa Kodim yang tersebar seperti Kodim Hulu Sungai Utara dan wilayah Balangan, bahwa curah hujan sangat tinggi. Untuk itu kebutuhan sembako dan obat obatan sangat dibutuhkan,” jelas Danrem
Danrem menyebutkan,untuk wilayah Kodim Hulu Sungai Selatan kemarin telah terjadi longsor namun saat ini sudah bisa tertangani.
“Persoalannya hanya pada keterbatasan BBM dan semoga ini bisa ditanggulangi oleh Pemerintah Daerah,”
Tambahnya lagi, kondisi di wilayah Kodim Hulu Sungai Selatan, kebutuhan yang mendesak adalah dapur lapangan, tenda serbaguna, Pilbed maupun Tandon.
“Kemarin telah diperintahkan kepada Kodim HSS agar mensuport segala kekurangan yang ada di Kabupaten , begitu juga laporan dari Marabahan bahwa air mulai surut namun untuk kebutuhan mendesak adalah tabung Gas dan Sembako,” ungkapnya.
Sejumlah kendala dilapangan disampaikan oleh Dinas terkait diantaranya terkait kondisi korban, sulitnya penyaluran bantuan akibat akses menuju warga yang terjebak genangan serta mengharuskan adanya penggunaan helikopter untuk menuju titik itu.
Rel/wn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here