Tingkatkan Skil Perawat, PPNI Tanbu Gelar BTCLS Bareng Pro Emergency

0
257

Batulicin – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI )Tanah Bumbu menggelar pelatihan keperawatan gawat darurat atau Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BTCLS)
Kegiatan ini digelar di Puskesmas Simpang Empat Tanah Bumbu dari tanggal 16 – 22 Juni 2021.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Tanah Bumbu, Faisal Rahman, S.Kep, Ns, M.Kep,mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya PPNI dalam meningkatkam kualitas perawat di Tanah Bumbu dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Salah satu upaya mendukung program pemerintah daerah yakni layanan UGD 24 jam di Puskesmas;” ujarnya di Batulicin, Selasa (22/7/21)
Melalui pelatihan ini, Faisal berharap para perawat yang tergabung di PPNI selalu memperbaharui keilmuanya dengan standar kurikulum dari DPP-PPNI dan Kemenkes RI.
Sehingga dengan demikian para perawat selalu siap siaga memberikan pelayanan apalagi ditengah pandemi covid-19 saat ini.
” Kita juga berharap dimasa pandemi ini mereka juga terlibat dalam penanganan covid-19 seperti kita ketahui bahwa selama hampir 2 tahun upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dilakukan semua unsur termasuk peningkatan pelayanan kesehatan,”
Sebagai informasi, pelatihan ini merupakan angkatan ke III yang diikuti oleh 28 peserta dari Puskesmas di Kab Tanah Bumbu.
Pelatihan ini juga melibatkan instruktur dari Lembaga Diklat ternama yaitu Pro Emergency yang telah mengantongi Authorized Training Center (ATC) dari American Heart Association (AHA) dan akreditasi organisasi profesi serta Kemenkes RI.
Pelatihan ini dibagi dalam dua sesi, yakni pada tanggal 16-21 Juni 2021 dilakukan secara daring untuk memperdalam ilmu dalam hal penanganan pasien kedalam kondisi darurat.
Sedangkan sesi kedua digelar pada pada 22 Juni 2021 yang digelar secara offline dengan melakukan uji skill station secara full.
Terkait hal ini, Faisal berharap para peserta bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di masing-masing tempat kerja serta mendapat dukungan dari Pemerintah daerah dalam bentuk alokasi anggaran kegiatan pelatihan kepada perawat yang ingin meningkatkan kapasitas mereka.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here