Tim Adiwiyata DLH Tanbu Lakukan Verifikasi Lapangan Sekolah Adiwiyata

0
144
Membangun budaya gotong royong menjaga keasrian lingkungam sekolah di SMPN 1 Kusan Hulu, Kecamatan Kusan Hulu.
Batulicin,Wartatanbu.co.id -Sejumlah sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan persiapan menghadapi penilaian sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2022.
Koordinator Sekolah Adiwiyata Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu yang juga Pejabat Fungsional Analis Kebijakan, Siti Fatimah, mengatakan saat ini pihaknya telah rampung melaksanaan pembinaan Sekolah Adiwiyata dari semua tingkat kategori.
“Pembinaan telah dilakukan secara terjadwal pada Januari dan Februari lalu, baik kategori kabupaten, provinsi, nasional hingga mandiri,” ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan, tahapan selanjutnya yakni pemeriksaan softcopy masing masing sekolah oleh Tim Adiwiyata Kabupaten yang terdiri dari Disdikbud,Dinkes,Disperkimtan dan KPH Kusan.
“Jika hasil verifikasi lapangan nilainya mencapai 70, maka akan masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu,” imbuhnya.
Adapun untuk kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata, jelas Fatimah, meliputi empat aspek yaitu, aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif dan aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
“Harapannya sekolah yang telah melaksanakan Program Adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan  hasil pembelajaran  khususnya bagi peserta didik,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu sekolah yang masuk daftar pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu kategori Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tahun 2022 yakni SMP Negeri 1 Kusan Hulu, Kecamatan Kusan Hulu.
Kepala SMP Negeri 1 Kusan Hulu, Rahmad Wahyudi,mengungkapkan pihaknya terus mematangkan persiapan dengan berbagai instrumen pendukung untuk mencapai nilai maksimal.
“Semua kita maksimalkan, mulai penataan lingkungan sekolah dengan melibatkan peran orang tua siswa untuk bergotong royong, meliputi pemotongan ranting pohon yang mengganggu jalan, membersihkan saluran drainase, mengumpulkan dan memilah sampah, serta menanam bibit pohon buah di area kebun sekolah,” ujar Rahmad,Minggu (13/3/22).
Menurutnya,kegiatan gotong royong dilaksanakan selain untuk mengajarkan kepada peserta didik bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekolah, juga sekaligus menjadi wadah silaturahmi antara warga sekolah dengan orang tua/wali peserta didik.
“Selain itu pihak sekolah juga melakukan pengelolaan bank sampah, memilah sampah organik dan anorganik hingga sampah bahan berbahaya dan beracun (B3),” tandasnya.
Guna mewujudkan target maksimal dalam keikutsertaan yang pertama tahun ini, SMP Negeri 1 Kusan Hulu juga memiliki inovasi berupa pembuatan pupuk cair berbahan limbah kulit buah.
“Untuk saat ini masih tahap permulaan, dimana kami baru melakukan bimbingan terhadap siswa kelas VII terlebih dahulu, yang jumlahnya sekitar sepuluh orang siswa.” sebut Kepsek.
Berbicara hasil, secara khusus memang racikan pupuk cair berbahan limbah kulit buah ini belum dicoba di lingkungan sekolah. Namun, berdasarkan pengalaman warga yang pernah menerapkannya sebagai pupuk tanaman karet hasilnya terbilang bagus.
Selain pembuatan pupuk cair, sekolah juga memberikan materi penerapan ilmu praktek terhadap siswa berupa pembuatan hand sanitizer dari daun sirih.
“Melalui penilaian Adiwiyata ini, kami nilai mampu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah mulai dari guru, siswa, orang tua siswa, dan warga masyarakat sekitar sekolah,” pungkasnya. (Zd/wtol).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here