Terkait TWA Pulau Burung dan Pulau Sewangi, Bupati : Ada Manfaat Ekonomi Ada Juga Tanggung Jawab Lingkungan.

0
114

Batulicin,WTol –
Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor diwakili Staf Ahli Bidang ekonomi dan pembangunan Drs Suhartoyo,membuka kegiatan Konsultasi publik draft dokumen penataan blok pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung dan Pulau Sewangi di Hotel Ebony Batulicin,Sabtu (21/12/19)
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dihadiri Kepala BKSDA kalsel Dr Ir Mahrus Ariyadi,M.Sc,Camat Batulicin,Lurah Batulicin,Kepala Desa Pulau Burung dan RT Tokoh adat serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya dibacakan Staf Ahli,Drs Suhartoyo,bupati menyampaikan,Pemda menyambut baik digelarnya konsultasi publik draft dokumen penataan blok pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung dan Pulau Sewangi
” Ini merupakan upaya percepatan perubahan fungsi pokok kawasan cagar alam di kawasan pulau burung dan pulau sewangi,menjadi Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Sewangi,”ucapnya
Baca Juga : Hadiri Bazar HUT DWP Ke-20 Rooswandi Salem Pesankan Tingkatkan Peran Sebagai Istri ASN

Bupati juga berharap pertemuan ini mampu menghasilkan kesepahaman seluruh pihak utamanya dalam mempersiapkan langkah langkah yang segera diambil terkait perubahan kawasan alam pulau burung dan Sewangi
“Yang utama juga bagaimana agar masyarakat sekitar bisa menjadi subjek pengelolaan perubahan kawasan ini,khususnya potensi ekonomi dikawasan ini,”tambahnya
Namun Bupati juga berharap masyarakat tidak hanya bisa mengambil manfaat dengan perubahan kawasan tersebut tapi juga bisa terlibat aktif menjaga ekosistem alam Taman wisata tersebut.
Baca Juga : DWP Tanbu Gelar Sunatan Massal,Diikuti Ratusan Anak
Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr Ir Mahrus Ariyadi,M.Sc,menyebutkan penyusunan bloking TWA tersebut sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat maupun aparatur pemerintahan yang ada  di kawasan tersebut.
Dalam rangka penyusunan bloking dan rencana rencana yang akan dikerjakan dan diaplikasikan di dua kawasan wisata alam tersebut.
“Di dalam Taman Wisata Alam itu ada beberapa blok, yang pertama ada blok perlindungan, dimana dikawasan tersebut diperuntukkan untuk perlindungan satwa seperti bekantan dan satwa yang dilindungi,” jelasnya
Tambahnya lagi,selain blok perlindungan,dikawasan seluas kurang lebih 1000 hektar tersebut akan ada blok pemanfaatan dan blok rehabilitasi maupun blok tradisional.
Terkait keterlibatan masyarkat dikawasan wisata alam ini, ia mengatakan semua blok akan ada keterlibatan masyarakat ikut mengelola,khususnya blok pemanfaatan dan tradisional.
” Seperti di blok perlindungan, memang sudah seharusnya masyarakat harus terlibat aktif melindungi satwa dan ekosistem lingkungan disana,jadi tidak hanya mengambil manfaatnya saja tapi juga peran aktif menjaga juga harus berjalan bersamaan,”pungkasnya
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here