Tekan Kasus DBD,Camat Kuranji Gencar Sosialisasi Cegah DBD Di Kalangan Pelajar.

0
101
Batulicin,WTol – Melanjutan aksi Waspada Dini dan Upaya Pencegahan DBD, Camat Kuranji, Samsir, SE. M.AP beserta Tim lanjutkan kegiatan Sosialisasi bertempat di Desa Kuranji, Desa Mustika dan Desa Giri Mulya.
Kegiatan kali ini di bagi menjadi 2 Tim, yakni Tim Pertama dipimpin langsung oleh Camat Kuranji beserta Kasi Trantib, Staf Kecamatan dan Petugas Kesehatan Puskesmas Giri Mulya, dengan sasaran Sekolah TK/PAUD dan SDN Kuranji kemudian di lanjutkan ke Sekolah TK/PAUD dan SDN Mustika.
Sedangkan Tim Kedua dipimpin oleh Sekretaris Camat Kuranji beranggotakan sejumlah Pejabat Kecamatan dan Staf, Kepala UWLK Pendidikan, Kepala Puskesmas Perawatan Giri Mulya, Petugas Kesehatan dan Bidan Desa. Adapun sasaran dari Tim Kedua ini adalah  Sekolah TK/PAUD, SDN Giri Mulya 1 dan SDN Giri Mulya 2 serta sasaran terakhir Areal Pasar Kecamatan di Desa Giri Mulya.
Di tengah para Ibu yang mengantar dan menunggui putra-putrinya di TK/PAUD, Kepala Desa, Kepala Sekolah dan Guru serta masyarakat sekitar, Camat Kuranji beserta Petugas Kesehatan menyampaikan tentang Bahaya dan Dampak yang diakibatkan oleh berkembangnya nyamuk pembawa Demam Berdarah.
Sebagai evaluasi kejadian DBD yang ditangani oleh Puskesmas Giri Mulya pada Tahun 2019 ada sekitar 16 pasien yang terjangkit kasus DBD. Kejadian di tahun lalu ini, menjadi pelajaran penting sebagai upaya untuk pencegahan sedini mungkin terhadap wabah yang berbahaya ini.
Sebagai wilayah yang potensinya adalah perkebunan karet, Tim sangat menekankan kepada masyarakat untuk lebih waspada karena tampungan-tampungan atau mangkok sadap karet yang tidak rutin di kelola sangat berpotensi sebagai sarang berkembangbiaknya Nyamuk Aedis Agypti ini.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Nyamuk ini berkembang di tempat yang tergenang, di air jernih yang tertampung dan tidak kontak langsung dengan tanah. Hal ini ditekankan, mengingat diareal perumahan dan sekolah, banyak ditanami kebun karet sebagai salah satu penghasilan masyarakat, apabila pengelolaan kebunnya tidak aktif setiap hari, di khawatirkan genangan air hujan pada mangkok-mangkok sadap akan menjadi tempat berkembangnya nyamuk.
Selain menyisir area sekolah, yang menjadi konsentrasi dari Tim adalah Areal Pasar, dimana pada areal pasar ini dengan jumlah perumahan yang padat, juga terdapat sisa-sisa bahan plastik bekas orang berjualan, sehingga dalam musim penghujan seperti ini, air akan mudah tertampung atau tergenang di plastik-plastik bekas bungkus makanan dan minuman yang dibuang secara sembarangan.
Dalam kesempatan sosialisasi kali ini, selain menyampaikan tentang Gerakan 4 M Plus terkait upaya Pencegahan DBD, Camat Kuranji, Samsir, SE. M.AP juga mengajak kepada masyarakat untuk menggalakkan penanaman Pohon Jambu Biji Merah (Psidium Guajava), dimana buah dari tanaman ini sangat bermanfaat untuk membantu pengobatan dan pemulihan pasca terkena Demam Berdarah.
Dimana pada fase-fase tertentu, pasien yang terkena DBD ini akan mengalami penurunan Trombosit yang dan membahayakan, maka dengan mengkonsumi buah jambu biji merah ini dapat membantu percepatan peningkatan trombosit dalam darah.
“Harapan kami dan tentunya kita semua, semoga dengan upaya yang sudah kita lakukan ini, kita bisa mencegah, mengurangi dan kalau bisa warga kita di Kecamatan Kuranji tidak akan mengalami kejadian DBD seperti tahun-tahun yang lalu”, ujar Camat Kuranji menutup pengarahannya.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here