Tangkal Corona,Aparatur Desa Mattone Wajib Cuci Tangan Sebelum Masuk Kantor.

0
125
Batulicin,WTol – Upaya pemerintah bersama masyarakat dalam memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Covid-19 tidak hanya dilakukan masyarakat di kota kota besar bahkan hingga pelosok desa.
Seperti yang dilakukan para apartur Desa Mattone Kampung Baru di Kecamaatan Kusan Hilir Kab Tanah Bumbu.
Teritung hari ini ( Senin,16/3/20) seluruh aparatur desa dan perangkat desa diwajibkan mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk kantor.
“Termasuk juga para tamu atau warga yang berkunjung ke Kantor desa. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19,” terang Andi Satria Jaya, Kepala Desa Mattone Kampung Baru,Senin (16/3/20)
Upaya ini sejalan dengan imbauan Pemerintah daerah melalui Surat Edaran Bupati Tanah Bumbu No.B/440.1/0695/Dinkes.Bup/III/2020 tentang kewaspadaan dan pencegahan penyebaran Covid-19.
Dimana dalam surat edaran tersebut berisi himbauan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat yakni dengan mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi gizi seimbang, melakukan aktifitas olahraga hingga penggunaan masker bagi yang sedang sakit.
Menurut Andi Jaya,sebelumnya himbauan yang sama juga telah disampaikan dalam berbagai kesempatan.Seperti himbauan kepada warga pada saat pelaksanaan peringatan Isra Mi raj di Masjid Al Mujahidin.
Dirinya juga mengimbau warga untuk selalu mencuci tangan setelah beraktifitas diluar serta mengurangi aktifitas diluar rumah jika tidak perlu.
” Apalagi dalam waktu dekat ini, akan ada event budaya Mappanre Ri Tassie dimana seluruh kegiatannya akan dipusatkan di Desa Mattone Kampung Baru ini,”tambah Andi Jaya
Karena itu dirinya melakukan upaya pencegahan dengan melakukan wajib cuci tangan tersebut. Hal tersebut juga dilakukan sekaligus menepis adanya kekhawatiran ditengah masyarkat terkait potensi penyebaran virus Covid-19 di Desa Mattone yang dikaitkan dengan pelaksanaan event budaya tersebut.
” Dan pengunjungnya tidak hanya lintas kabupaten tapi juga lintas provinsi dan pulau,” tandasnya
Menurutnya,Kekhawatiran warga tersebut sangat wajar mengingat dalam event budaya tersebut dapat dipastikan akan hadir ribuan orang akan berkunjung setiap hari selama pelaksanaan berlangsung dari tanggal 1-19 April 2020.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here