Tangani Stunting,Tim KP2S Kalteng Belajar Ke Tanbu

0
38
Batulicin,WTol – Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan, Suhartoyo, menyambut kunjungan kerja Tim Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting (KP2S) Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Tanah Bumbu.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Setda perkantoran Bupati Tanah Bumbu,Rabu (27/11/19)
“Kunjungan ini dalam rangka mempelajari percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tanbu, dan berikutnya akan kami terapkan di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar,Julius Agau,perwakilan Tim KP2S Kalteng.
Menurutnya, Kalsel merupakan saudara tua yang berlatar belakang dalam satu rumpun melayu, tentunya secara karakteristik adat dan budaya tak jauh beda.
“Jadi wajarlah kalau dianggap saudara tertua, untuk itu kami belajar dan meminta masukan positif untuk dijadikan bahan penanganan stunting di daerah kami,” katanya.
Dengan kebersamaan itulah tambahnya, mencoba sharing inovasi terbaik demi tujuan yang sama yakni mencegah stunting.
“Melalui kunjungan kerja ini, ada oleh oleh yang kami dapatkan dari Tanah Bumbu dalam hal penanganan stunting secara terpadu, khusus lnya untuk daerah Kalimantan Tengah,” paparnya.
Sedangkan Kepala Bapedda Kabupaten Tanah Bumbu Rahmadi menjelaskan, penanganan stunting dilandasi berbagai strategi dengan memperkuat sinkronisasi dan koordinasi.
“Penanganan stunting itu tidak bisa sepenuhnya dipantau oleh pihak Kabupaten dan tidak bisa dipantau secara terus menerus oleh Kecamatan. Namun yang dapat memantau itu adalah pihak Desa, kerena di Desa ada Posyandunya dan ada lembaga yang punya peran untuk menangani stunting tersebut,” imbuhnya.
Namun lanjutnya, berbagai regulasi sebagai bentuk strategi ini tak hanya menangani persoalan penanganan stunting tapi berkaitan dengan seluruh persoalan kesehatan, seperti penyakit menular.
Ia menyebutkan,ada persoalan mendasar di beberapa kantong stunting yang patut diperhatikan di daerah ini, karena daerah itu punya karakteristik daerah pantai dan daerah rawa serta daerah pegunungan.
“Dari 3 wilayah ini punya karakteristik yang berbeda, dari semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman maka tanah akan mempengaruhi gizi dalam tanaman itu.
Misalnya tumbuhan dirawa, tentu kandungan gizinya akan beda dengan yang di pegunungan termasuk pantai. Hal inilah yang perlu menjadi kajian bersama,” terangnya.
Wn/Mc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here