SMAN 1 Satui Persiapkan Diri Ikuti Lomba Adiwiyata Tingkat Nasional

0
257
Batulicin,wartatanbu.co.id – Menumbuhkan Kepedulian lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) kini menjadi  kegiatan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Satui guna mematangkan persiapan menuju Adiwiyata Nasional pada 2021.
Kepala SMAN 1 Satui, H. Muhammad Hasbi mengatakan, bahwa PBLHS di sekolahnya sudah diterapkan sejak tahun 2018  lalu hingga kini.
“Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah setiap hari yakni kebersihan dan kegiatan rutin Jumat Bersih,” ujarnya
Ia menambahkan, di tengah pandemi kegiatan kebersihan juga dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dimana setiap peserta didik bertanggungjawab pada kebersihan dan kerapian kelas masing-masing.
“Sekolah juga menerapkan Reduce Reuse Recyle (3 R), dimana upaya mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai, mengumpulkan botol bekas plastik untuk disetor pada bank sampah, dan memanfaatkan barang semaksimal mungkin seperti menggunakan kertas bolak balik,” tambahnya
Menciptakan lingkungan sekolah tetap rindang dan asri dengan kegiatan penanaman pohon.
Kegiatan pembibitan, pemeliharaan, serta pemupukan dilaksanakan oleh kader adiwiyata, kepala sekolah, guru, dan staf tata laksana. Tidak heran, lingkungan di SMA terlihat asri dengan berbagai macam pohon dan tanaman.
Dibeberkannya, kegiatan lain yang juga dilakukan adalah konservasi air dan energi. Salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai upaya konservasi air adalah pemanfaatan limbah air wudhu untuk mengisi kolam ikan lele.
Kepala sekolah juga memastikan seluruh warga sekolah terlibat dalam upaya konservasi energi dengan membuat surat imbauan hemat energi.
Penggunaan lampu hemat listrik dan mengatur suhu AC pada suhu 24-26 derajat merupakan upaya yang sudah dilaksanakan untuk menghemat energi.
Sejauh ini diungkapkan Said, sudah ada tiga inovasi yang dilaksanakan oleh sekolah, pertama pembuatan kolam akuaponik menggunakan botol air mineral.
Kolam sudah diisi dengan ikan nila merah dan diatasnya sudah ada tanaman selada yang tumbuh dengan cukup baik.
Kedua adalah pembuatan pupuk organik dari daun ketapang yang banyak berguguran di halaman sekolah. Berawal dari keinginan untuk memanfaatkan daun ketapang yang banyak gugur, akhirnya dimulailah pembuatan pupuk organik yang bahan utamanya adalah daun ketapang.
Dan inovasi terakhir adalah pembuatan kain sasirangan yang menjadi salah satu andalan dari sekolah. Pembuatan kain sasirangan yang biasanya menggunakan pewarna dari bahan-bahan kimia diganti menjadi pewarna alami, yaitu dari rebusan daun ketapang yang dicampur dengan tawas dan kapur. Sejauh ini, inovasi pewarnaan alami masih dalam proses pemantapan warna.
Dari berbagai kegiatan yang masih dilakukan, diharapkan Said, ke depannya perilaku ramah lingkungan hidup akan menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah dan juga bisa berdampak positif bagi kehidupan di lingkungan sekitar sekolah.
Sementara itu, dihubungi terpisah Koordinator Sekolah Adiwiyata Kabupaten, Siti Fatimah selaku Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanah Bumbu mengatakan, langkah yang sudah dilakukan SMAN 1 Satui sudah cukup baik.
Adapun dijelaskannya, SMAN 1 Satui sudah menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi tahun 2018 lalu dan akan menjadi calon sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2021.
Dikarenakan pada tahun 2020 untuk penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional dan Adiwiyata tingkat Mandiri Nasional ditiadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.
*Zd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here