Seminar Pendidikan Ramah Anak Sekolah Inklusif

0
231
Advertorial Khusus
Batulicin,WTOL – Seminar pendidikan ramah anak sekolah inklusif di selenggarakan Forum Komunikasi Pendidikan Inklusif Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Tanah Bumbu, di Aula Gedung Fajar,Simpang Empat,Rabu (28/11/2018)
Seminar dalam rangka memberikan wawasan bagi penyelenggar pendidikan dalam hal pelayanan pendidikan yang ramah anak khsusunya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusif yang ada di Tanah Bumbu
Seminar di ikuti 252 peserta yang terdiri dari para Kepala sekolah dan guru dari tingkatan SD hingga SLTA inklusif dan sejumlah mahasiswa PGSD UT,menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam)

Ketua Forum Komunikasi Pendidikan inklusif (FKPI) Kabupaten Tanbu ,Mariyadi,Spd,mengatakan seminar yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat sistem pendidikan inklusif di Tanah Bumbu, berupa pelayanan pendidikan ABK, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus tersebut bisa menikmati pendidikan seperti halnya anak normal
” Kami ingin menyampaikan bahwa,dalam hal pelayanan pendidikan,tidak ada perbedaan antara siswa reguler dengan siswa berkebutuhan khusus dalam sekolah inklusif,”terangnya,seraya menambahkan jumlah siswa berkebutuhan khusus di Tanah Bumbu sebanyak 372
Sementara itu, Bupati Tanbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Abdul Latif, saat pembukaan acara mengatakan, pemerintah daerah masih menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Oleh karenanya, Ia sangat mendukung dan mengapresiasi terhadap kegiatan seminar yang dilaksanakan. Terutama dalam menunjang pendidikan bagi seluruh masyarakat Tanah Bumbu tanpa terkecuali, baik itu mereka yang normal maupun berkebutuhan khusus atau difabel.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan perhatian yang lebih baik bagi penguatan pendidikan inklusif di Tanah Bumbu,” sebutnya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan rumusan-rumusan dan langkah strategis terhadap sistem pendidikan inklusif di Tanah Bumbu, sehingga Tanah Bumbu mampu mewujudkan kemerataan pendidikan yang terbaik bagi seluruh masyarakatnya.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, dan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Tanah Bumbu,” tutupnya.
Guna memaksimalkan hasil yang dicapai dalam seminar tersebut, panitia mendatangkan Narasumber dari FKIP Unlam Banjarmasin, yakni Dr. H. Amka dan Dr. Imam Yuwono. Pada acara pembukaan juga dimeriahkan dengan pegelaran Tari Mapakarja oleh siswi difabel dari SMP Luar Biasa Batulicin.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here