Rekrutmen Panwas Desa,Bawaslu Tanbu Gelar Rapat Persiapan

0
132

Batulicin,WTol
– Pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah 2020 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalsel serta Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu tinggal menunggu hitungan bulan.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat koordinasi (Rakor) pembentukan panitia pengawas Desa/Kelurahan.
Rakor persiapan pembentukan Panwas Desa/ Kelurahan dihadiri para Ketua dan anggota panwascam,Ketua Sekretariat Panwascam,Sekretariat Bawaslu Tanbu.
Tampak hadir juga perwakilan Bawaslu RI dan Provinsi Kalimantan Selatan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Bumbu, Kamiluddin Malewa,dalam rapat koordinasi tersebut meminta seluruh jajaran Pengawas Pemilihan Kecamatan untuk memaksimalkan sosialisasi ke desa-desa dan berkoordinasi diwilayah kerjanya masing-masing dalam rekrutmen petugas panwas desa/Kelurahan.
“Panitia Pengawas Desa/Kelurahan ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pengawas pilkada di masing-masing Desa/ kelurahan,”kata Malewa dalam rapat koordinasi bersama Panwascam se- kabupaten Tanah Bumbu di Hotel Grand Central Batulicin, Jum’at (14/2/20) pagi.
Menurut Malewa, Panwascam agar membagi tugas dan konsentrasi untuk sosialisasi rekrutmen Panwas Desa/Kelurahan.
Kegiatan rekrutmen sesuai rencana, telah dimulai sejak tanggal 10 Pebruari 2020 dan paling lambat awal Maret sudah terbentuk Panwas Desa/Kelurahan masing-masing.
Masyarakat yang berminat untuk menjadi anggota Pengawas Desa/ Kelurahan dapat mendaftarkan diri ke Panwascam. Perekrutan Panwas Desa/Kelurahan harus segera dibentuk agar bisa mengawasi pelaksanaan tahapan pilkada diantaranya verifikasi pemutakhiran data pemilih,verifikasi data faktual syarat calon perseorangan dan sejumlah tahapan pilkada lainnya.
Dalam rakor ini juga diberikan Traning of Trainers (ToT) bagi seluruh panwascam terkait pembentukan panitia pengawas Desa/Kelurahan.
” Ini sangat penting diketehui panwascam sebab didalamnya nanti ada petunjuk teknis,persyaratan rekrutmen yang wajib diketahui dan dilaksanakan panwascam,”ujar Malewa.
Ia menyebutkan,dibeberapa daerah terdapat kasus rekrutmen panwascam desa yang dilaporkan karena dugaan yang bersangkutan dinilai tidak memenuhi persyaratan menjadi panwascam.
” Ini harus kita hindari dalam rangka menjaga marwah Bawaslu,jika ada persyaratan yang tidak terpenuhi ditemukan maka ini bisa jadi satu bukti laporan masyarakat,”tandasnya.
Beberapa syarat tersebut diantaranya calon panwas desa telah berusia 25 tahun saat mendaftar, tidak menduduki suatu jabatan di pemerintahan,meskipun perlu ditegaskan lagi jabatan seperti apa yang dimaksudkan dalam aturan tersebut.
“Persiapan teknis tahapan rekrutmen,apakah nantinya pendaftaran,seleksi administrasi dan wawancara dilaksanakan secara bersamaan,”tambahnya.
Persiapan rekrutmen panwas Desa/ Kelurahan telah dilakukan oleh seluruh panwascam baik melalui media sosial, spanduk dan baliho maupun di papan pengumuman di Kantor Desa.
Sementara itu Kepala bagian hukum,Bawaslu RI,Ibrahim Malik Tanjung,optimis seleksi panwas desa yang tengah dalam proses tersebut dapat berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang ada, hal ini mengingat panwas Desa merupakan ujung tombak pilkada berjalan dengan baik.
” Panwas Desa/Kelurahan harus segera terbentuk mengingat tugas Panwascam dalam mengawal tahapan Verifikasi faktual terkait syarat calon perseorangan yang sangat membutuhkan dukungan panwas desa,” tuturnya.
Dirinya berharap panwascam bertindak selektif dalam setiap tahapan pemilihan panwas desa,baik dari regulasi yang ada maupun dari sisi Undang Undang desa. Ia mencontohkan jangan sampai ada kades atau anggota BPD yang ikut mencalonkan diri jadi panwas desa.
Narasumber Traning of Trainers diantaranya Ketua Bawaslu,Kamiluddin Malewa,Kordiv HPP Bawaslu Tanbu, Ratna kustiah SE,S.Pd dan Kordiv penyelesian sengketa Bawaslu Kalsel,Aris Mardiono,S.Sos.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here