Radio Komunikasi Nelayan Akan Distandarkan

0
64
Batulicin,WTol – Sejumlah perwakilan nelayan di Tanah Bumbu mengikuti sosialisasi sadar frekwensi kerjasama Dinas Perikanan Tanbu dengan Balai Monitor Spektrum Frekwensi Radio kelas II Banjarmasin dan Diskominfo,belum lama tadi.
Sosialisasi bertajuk Nelayan Sadar Frekuensi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para nelayan agar dapat menggunakan frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi yang tertib dan aman.
” Saat ini masih tahapan sosialisasi kepada nelayan kita,selanjutnya kita berharap ada pelatihan dari Balai Monitor,” terang Asparani,Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Tanbu,di Batulicin,(9/9/19)
Baca Juga : Bupati Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Lansia
Dikatakan,saat ini nelayan umumnya masih menggunakan frekuensi VHF Amatir Radio dan frekuensi HF SSB.
“Sebagian nelayan sudah ada yang menggunakan radio tersertifikasi namun masih ada yang belum,”tambahnya
Dikatakan,dari daftar alat radio terstandar dan bersertifikasi yang direkomendasi balai monitor, ada beberapa yang bisa digunakan nelayan.
” Kalau daftar yang ada ini ada beberapa merk yang sudah biasa digunakan nelayan,dengan harga bervariasi sesuai jarak tempuh kapal,”terangnya
Baca Juga : Nelayan Terima Bantuan Mesin Ketinting dan GPS
Senada dengan itu,Kepala Balai Monitor Spektrum Frekwensi Radio kelas II Banjarmasin,Mujiyo,mengungkapkan,sosialisasi diberikan kepada nelayan agar mereka  memahami penggunaan frekwensi radio serta beberapa aturan lainnya.
” Nelayan diberi pengetahuan,mulai dari peraturan serta proses perizinan frekuensi radio,kita juga ingin nelayan memahami prosedur dan tata cara berkomunikasi untuk marabahaya,”ucapnya
Meski dirinya belum menerima adanya laporan gangguan komunikasi pesawat terbang karena penggunaan frekwensi radio nelayan tersebut, namun pihaknya mengimbau nelayan di daerah ini menggunakan  alat standar komunikasi.
“Nelayan bisa menggunakan komunikasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), baik pada band VHF atapun HF Ini terutama bagi nelayan yang melakukan kegiatan melaut sehari,”pungkasnya
Baca Juga : Cegah Stunting, Kader Posyandu Lombakan Kreasi Makanan Tambahan Ibu dan Bayi
Melalui sosialisasi frekwensi radio nelayan ini diharapkan nelayan memahami penggunaan spektrum frekuensi radio yang aman dan menguntungkan.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here