PT BIB Sosialisasi Bahaya Memasuki Kolam Bekas Tambang Kepada Pelajar.

0
177

Batulicin,WTol – PT Borneo Indo Bara (BIB) memberikan sosialisasi tentang Tindakan aman keberadaan void (Kolam) bekas tambang kepada para pelajar.
Sosialisasi larangan dan bahaya memasuki wilayah lubang bekas tambang ini diikuti para siswa siswi yang juga dihadiri guru dan Kepala Sekolah MTs Syarif Ali Angsana,Rabu (15/1/20)
Sosialisasi ini merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 1607/37.03/DBT/2019 tentang Peningkatan Pengawasan Pengamanan Lubang Bekas Tambang.
Baca Juga : Diet Sampah Plastik, PT BIB Bagikan 1000 Tumbler Bagi Pelajar Sekolah Dasar
Baca Juga : PT BIB Berikan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Ibu Ibu Rumah Tangga.
Dalam sambutannya Amzah, selaku Stakeholder Engagement,mengatakan, sosialisasi kepada pelajar tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap resiko-resiko atau potensi-potensi bahaya yang bersumber dari lubang-lubang tambang.
“Kami ingin mencegah agar tidak ada korban jiwa di kolam bekas tambang konsesi PT BIB,kita tidak ingin hal itu terjadi di lingkungan kita ini,” kata Amzah.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah MTs Syarif Ali, M Assegaf,menyampaikan penghargaan dan apresiasinya kepada pihak PT BIB atas sosialisasi yang disampaikan kepada siswanya.
Baca Juga : Bupati Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana.
Menurutnya,sosialisasi ini sangat bermanfaat guna menambah pengetahuan siswa akan bahaya lubang bekas tambang yang ada dikawasan ini.
“Lubang bekas tambang itu memang daerah berbahaya, karena itu perlu sosialisasi kepada pelajar sebagai pembelajaran dan apa yang dilakukan PT BIB ini sangat bagus sekali,mencegah korban akibat ketidaktahuan mereka,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Kinanto Prabu Werdana,selaku Environment Dept PT BIB dan Anang Adi Wiranto,selaku Captain Emergency Respone Team.
Dalam pemaparannya dijelaskan,mengenai kolam bekas tambang yang dikategorikan sebagai daerah berbahaya karena memiliki kedalaman lebih dari satu meter serta memiliki konsentrasi lumpur di dasar kolam.
Kepada pelajar juga diingatkan agar tidak melakukan aktifitas disekitar kolam bekas tambang, seperti aktifitas berenang maupun memancing.
” Bahayanya kolam itu mengandung lumpur atapun airnya yang tidak sehat karena mengandung logam mineral berat,jika dikonsumsi ikan dari kolam bekas tambang sangat berbahaya,” jelas Kinanto
Baca Juga : BPBD Tanbu Gelar Apel Siaga Bencana,Libatkan 500 Personil.
Baca Juga : PT BIB Dominasi Juara Lomba HUT Satpam Ke-39 Di Mapolres Tanbu
Kepada siswa juga disampaikan bagaimana memberikan penanganan darurat jika terjadi keadaan darurat seperti menyelamatkan korban tenggelam (water rescue)
Dalam kesempatan ini dilakukan penyematan selempang kepada dua siswa sebagai Duta Keselamatan yang akan bertugas menyampaikan informasi bahaya lubang bekas tambang kepada pelajar lainnya.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here