PT.BAP Siap Membeli Rumput Laut Nelayan Tanah Bumbu

0
408

Batulicin,WTOL – Budidaya rumput laut di Tanah Bumbu masih memiliki prospek yang sangat luas dan  menjanjikan.Apalagi saat ini di Kabupaten Tanah Bumbu telah terdapat pabrik pengolahan rumput laut,milik PT Batulicin Algae Persada (BAP) sehingga nelayan budidaya rumput laut tidak perlu khawatir lagi terkait pemasaran hasil panen.

Manager Produksi PT BAP, Anita, menyampaikan,pihaknya bersedia membeli hasil panen dari nelayan rumput laut dengan syarat memiliki kadar air 38%, yang bisa dikenali dengan ciri seperti muncul kristal garam dan tidak terasa basah ditangan.

“Kita saat ini memiliki kapasitas pabrik maksimal adalah 300 ton/bulan dengan bahan baku dari luar daerah yaitu dari NTT dan Sulawesi. Sementara untuk wilayah Tanbu baru berasal dari Muara Pagatan, itu pun baru sekitar 1 ton/bulan,”jelas Anita.

Rendahnya produksi rumput laut di Tanah Bumbu saat ini disebabkan hasil panen nelayan juga dipergunakan sebagai bahan baku pengembangan bibit rumput laut.

Belum lama tadi, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro menggelar pelatihan budidaya rumput laut bagi nelayan Desa Angsana.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pelatihan teori dan sesi pelatihan praktik budidaya rumput laut.

Sesi pelatihan kali ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 7 dan 8 Agustus 2018. Sedangkan sesi teori sebelumnya dilaksanakan pada 1 Agustus 2018.

Sesi praktik dipandu Abdul Gafur Ariyasi dari Dinas Perikanan dan Ryan Erwan Noor dari Penyuluh Perikanan.

Kasi Pembinaan Transmigrasi, Winarti, mengatakan metode penanaman rumput laut yang digunakan adalah metode long line, yaitu pemasangan tali sebagai media tanam secara memanjang.

“Metode ini memberikan kemudahan pengangkatan rumput laut pada saat proses panen,” ujarnya.

Pada hari pertama para nelayan diajarkan bagaimana cara pemasangan tali frame utama, pembuatan karung pemberat berisi pasir hingga cara penempatan pelampung utama di laut.

Selanjutnya pada hari kedua, nelayan langsung melakukan pemasangan bibit ke tali dan penanaman ke laut. Lokasi yang dipilih adalah di Karang Kima Pantai Angsana dengan menggunakan 6 kapal nelayan.

“Pada pelatihan kali ini Pemkab Tanbu melalui DPA Disnakertranskop dan UKM memberikan bantuan kepada para nelayan berupa alat dan bahan seperti bibit rumput laut sebanyak 650 kg, tali, karung pemberat, dan pelampung bola,” sebut Winarti.

Rumput laut ini bisa dipanen setelah 45 hari tanam sedangkan untuk digunakan bibit sekitar 25 hari.

Sementara itu, Kepala Disnakertranskop dan UM Tanah Bumbu, Suhartoyo berpesan kepada para peserta untuk dapat konsisten melanjutkan budidaya rumput laut ini supaya dapat meningkatkan taraf ekonomi bagi para warga trans nelayan di desa Angsana. (Rel/MC.Tanbu/wtol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here