PMD Tanbu Gelar Bimtek Pengurus BUMDes

0
30
Batulicin – Bupati Tanah Bumbu diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hj. Mariani membuka secara resmi Pelatihan Pengurus BUMDes se Kab Tanah Bumbu yang dilaksanakan di Aula Mahligai Bersujud, Selasa (16/11/21).
Dalam sambutannya, Mariani mengatakan, pengurus Bumdes harus jeli melihat potensi yang di desanya. Ia menyebut berkaca dari BUMDes yang ada di Pulau Jawa, dimana setiap ada potensi dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Misalnya saja, lahan pertanian yang tidak hanya dijadikan untuk bercocok tanam saja, namun dijadikan pula sebagai tempat wisata,” ujarnya.
Mariani mencontohkan, di sektor perkebunan yang dijadikan wisata edukasi. Dimana perkebunan mereka menggunakan bahan alam atau organik.
” Jadi mereka tidak menjual produk pertaniannya tetapi menjual prosesnya sehingga menjadi wisata edukasi,” imbuhnya.
Namun tak kalah pentingnya kunci keberhasilan membangun Bumdes terletak pada inovasi dan kerjasama dengan semua pihak. Baik itu pemerintah maupun masyarakatnya yang saling memberikan dukungan:
“Oleh karena itu,melalui pelatihan ini diharapkan para pengurus termotivasi mendorong pembangunan perekonomian masyarakat melalui BUMDes.
Ia juga mengingatkan, terlebih penting lagi dalam mengelola BUMDes yaitu tanggungjawab dan amanah dari pengurus.
“Adminsitrasi penting. Sekecil apapun harus tercatat dan terarsipkan dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu,Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PMD Tanah Bumbu, Samsir, melaporkan dari 144 Desa yang ada saat ini ada sebanyak 143 BUMDes yang tersebar diseluruh desa di Tanah Bumbu.
Dari jumlah tersebut,baru ada 14 Bumdes yang berstatus maju, selebihnya sebanyak 62 status tumbuh dan 67 status berkembang.
“Hanya 14 BUMDes yang berstatus maju, ini masih jauh dari yang kita harapkan,” ujar Samsir pada kegiatan Bimtek Bumdes, di Aula Mahligai Bersujud, Selasa (16/11/21).
Melalui pelatihan ini, sebut Samsir diharapkan dapat memotivasi BUMDes lainnya agar maju dan mandiri.
Terkait pemberdayaan ekonomi desa ini, sambung Samsir, tentunya sangat menentukan desa itu sendiri apakah desa maju, desa berkembang, atau desa mandiri.
Ia mencontohkan BUMDes di Jawa bisa lebih maju karena dana desa fokus pada BUMDes.
“Mari kita berinovasi, manfaatkan potensi yang ada di desa guna mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. (Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here