Revolusi Hijau,Tanam 300 Bibit Pohon di Kawasan Gua Liang Bangkai.

0
113
Batulicin,WTol – Penanaman 300 bibit pohon buah dikawasan Objek Wisata Gua Liang Bangkai,Kecamatan Mantewe,Tanbu,Jum’at (25/10/19) merupakan bagian dari aksi Penanaman Serentak Se Kalsel dalam rangka Peringatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) 2019
Penanaman pohon dilokasi wisata alam gua Liang Bangkai tersebut dihadiri Asisten I Pemkab Tanbu, Mariani,didampingi sejumlah Kepala SKPD, Ketua TP PKK Tanbu dan anggota serta perwakilan Forkopimda  dan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti juga sejumlah pelajar dan anggota Gerakan Pramuka
Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kusan, Ir. Safriani, MP, dalam laporannya menyampaikan,penanaman pohon serentak sekalsel ini merupakan salah satu upaya mendukung program strategis Nasional dan juga upaya menggalakkan gerakan Revolusi hijau Pemprov Kalimantan Selatan.
” Hari ini yang kita lakukan hanya sebagian kecil dari terget kita ada ribuan bibit pohon yang akan ditanam khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai yang sebagian kondisinya kritis,”jelasnya
Baca Juga : Bupati Serahkan Bantuan Sosial Warga Kurang Mampu Di Sungai Loban.
Pada penanaman pohon ini ada  beberapa jenis pohon yang ditanam dikawasan Gua Liang Bangkai seluas 1,5 hektar diantaranya bibit pohon jengkol,trembesi 
Safriani mengatakan, jumlah bibit pohon yang akan ditanam ini akan terus ditingkatkan sesuai luasan lahan kritis dengan bekerjasama baik perusahaan ataupun masyarakat pemilik lahan.
” Melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) kita terus melakukan pembinaan,agar bagaimana masyarkat secara bersama sama tidak hanya menanam namun juga mampu memelihara dan merawat pohon tersebut,”tandasnya
Baca Juga : Bersama Si Kadal Disdukcapil Jelajahi Pedalaman Tanah Bumbu.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dalam sambutannya dibacakan Asisten I Pemkab Tanbu mengatakan, penananam bibit pohon merupakan program revolusi hijau yang telah menjadi program berkelanjutan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang tertuang dalam Perda No 7 Tahun 2018 tentang gerakan revolusi hijau sebagai upaya untuk mengurangi luasan lahan kritis di Kalimantan Selatan.
“Pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) harus diikuti dengan upaya menjaga kelestarian dan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS),”sebut Gubernur
Menurut gubernur, dampak ketidakseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam dan upaya pelestariannya telah memberikan dampak lingkungan seperti kemarau bekepanjangan, kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan.
” Potensi bahaya banjir dan tanah longsor juga menjadi kewaspadaan kita semua dari dampak perubahan lingkungan ini,”imbuhnya
Karena itu Gubernur mengatakan,upaya nyata Pemprov mendukung program strategis nasional adalah melalui penanaman pohon di daerah aliran sungai dan pemberdayaan masyarkat di kawasan tersebut.
” Keberhasilan program ini tak terlepas dari dukungan seluruh pihak baik Pemerintah daerah, dunia usaha, LSM ,aktifis lingkungan hidup dan masyarakat,”tegasnya
Mengakhiri sambutannya, gubernur mengajak seluruh masyarkat Kalimantan Selatan dapat berpartisipasi dan kegiatan revolusi hijau dengan menanam,merawat dan memelihara pohon.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here