Petani Desa Sumber Baru Jalani Pelatihan Budidaya Padi Organik

0
68
Batulicin,WTol – Petani yang tergabung dalam kelompok tani Guyup rukun di Desa Sumber Baru,Kecamatan Angsana mendapatkan pelatihan budidaya padi organik yang terintegrasi.
Pelatihan budidaya padi organik tersebut terlaksana hasil kerjasama Pemkab Tanbu dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan.
Bertempat di Pondok Tani Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana,pelatihan padi organik dibuka secara resmi oleh Bupati H. Sudian Noor yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanbu Suhartoyo, Selasa (14/01/20)
Pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari yakni mulai tanggal 14 – 16 Januari 2020.
Dewi Purnani,selaku Kepala Desa Sumber baru mengaku bahagia dengan digelarnya pelatihan budidaya padi organik bagi kelompok tani di desanya.
” Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan menghasilkan padi yang meningkat dan biaya perawatan padi yang murah,” terangnya.
Baca Juga : DPMD Tanbu Sosialisasi SOTK,2020 Dana Desa Ditransfer Langsung Ke Rekening Desa
Sementara itu,Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Prov Kalsel, Aryo Wibowo mengatakan dari kegiatan pelatihan ini ditargetkan produksi padi bisa mencapai 8 ton/ha.
Pelatihan budidaya padi organik ini untuk meningkatkan produksi padi petani
” Biasanya produksi petani hanya 4 sampai 5 ton/ha, namun dengan adanya pelatihan ini diharapkan produksi pertanian bisa mencapai 8 ton/ha,”ucapnya
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan,Suhartoyo saat membuka pelatihan ini mengatakan,menyambut baik dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi secara organik bagi peserta klaster padi unggul terintegrasi di Tanbu.
Setelah pelatihan ini, sebut Suhartoyo, Pemkab Tanbu berharap para petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri.
Baca Juga : Bupati Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana.
Adapun materi yang disampaikan diantaranya cara penanaman padi menggunakan jajar legowo, pemahaman konsep pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi, pembuatan superbokashi dari kotoran sapi dengan menggunakan MA11, pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian sebagai pengganti pupuk N,P,K.
Selain itu peserta juga diberikan cara pembuatan pestisida organik, pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian, pembuatan pupuk biofarm, pencegahan dan pengendalian hama, praktek pengolahan lahan, dan praktek penanaman padi jajar legowo.
Jajar Legowo (Jarwo) adalah pertanian dengan mengatur jarak tanam. Manfaat Jarwo yaitu memudahkan perawatan, menekan serangan hama penyakit, hemat biaya pemupukan, serta meningkatkan produksi dan produktivitas padi.
Mc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here