Perluas Cakupan IDL,Puskesmas Batulicin Giatkan Penyuluhan Imunisasi

0
242
Batulicin,WTol – Pemberian Iminisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan salah satu hak anak yang harus diberikan oleh setiap orangtua. IDL harus diberikan pada setiap anak, khususnya bayi sejak dari bayi baru lahir hingga usia 9 bulan.
Hal ini disampaikan Yunita Atikah selaku Koordinator Imunisai Puskesmas Batulicin saat penyuluhan imunisasi di Desa Sukamaju, Kamis (17/10/2019).
“Pemberian imunisasi dasar harus sudah diberikan sejak bayi baru lahir sampai usia 9 bulan. Pemberian imunisasi bertujuan untuk menghindarkan anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Seperti penyakit Hepatitis B, TBC, Polio, Difteri, Pertusis (Batuk Rejan), Tetanus, Pneumonia (Radang Paru), Meningitis (Radang Selaput Otak) maupun Campak-Rubella,” jelas Atikah.
Baca Juga : Bupati Serahkan Bantuan Sosial Warga Kurang Mampu Di Sungai Loban.
Ia melanjutkan, saat bayi baru lahir (kurang dari 24 jam), harus segera mendapatkan imunisasi HB-0 untuk mencegah penyakit Hepatitis B. Lalu pada usia 1 bulan harus mendapatkan imunisasi BCG dan Polio 1 untuk mencegah penyakit TBC dan Polio. Kemudian pada usia 2 bulan harus mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2 untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, Tetanus, Pneumonia, Meningitis serta Polio.
Selanjutnya pada usia 3 bulan harus mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3 dan pada usia 4 bulan harus mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 3, Polio 4 serta IPV atau Polio Suntik. Yang terkahir pada usia 9 bulan diberikan imunisasi Campak & Rubella.
Baca Juga : Serahkan Bansos, Sudian Noor Minta Dinsos Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni.
Sedangkan untuk imunisasi lanjutan pada baduta (bayi bawah dua tahun), diberikan lagi imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak-Rubella lanjutan.
Permasalahan yang terjadi sekarang ini tambahnya, kesadaran para orang tua tentang pemberian imunisasi dasar lengkap masih terbatas. Misalnya, bayi tidak diberikan imunisasi HB-0 segera setelah lahir.
“Hal ini biasanya terjadi karena saat proses persalinan, tidak didampingi tenaga kesehatan, sehingga imunisasi HB-0 tidak diberikan. Karena vaksin tersebut hanya tersedia pada petugas kesehatan/bidan. Selain juga kunjungan ke posyandu yang tidak rutin, sehingga imunisasi dasar yang diberikan tidak akan lengkap,” ungkapnya.
Dengan adanya permasalahan tersebut, maka menurut Atikah sangat perlu dilakukan penyuluhan imunisasi dasar lengkap ke semua desa dan kelurahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Batulicin.
Baca Juga : Ajak Tokoh Agama,Polres Tanbu Gelar Diskusi Faham Radikalisme.
Dengan dilakukannya penyuluhan imunisasi tersebut, diharapkan para orang tua dapat menyadari tentang pentingnya memberikan imunisasi dasar secraa lengkap pada buah hati, agar terhindar dari berbagai penyakit yang seharusnya bisa dihindari/dicegah dengan diberikannya imunisasi.
Peran kader kesehatan yang ada di setiap desa/kelurahan juga sangat vital dalam menyampaikan pentingnya imunisasi kepada warga, sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here