Perempuan dan Politik Indonesia

0
95
Politik di Indonesia akhit akhit tahun ini telah menjadi perbincangan hangat. Khususnya dalam 2 tahun terakhir ini sudah terjadi begitu banyak hal-hal yang menarik perhatian publik.
Sebut saja pemilu 2019, pilkada 2020, serta beberapa demo-demo yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun ini, telah kita ketahui bersama bahwa hal tersebut terjadi karena panas nya situasi politik di Indonesia saat ini.
Mulai dari isu kecurangan pemilu, serta rancangan undang-undang yang kontroversial dan kasus-kasus korupsi yang menyeret beberapa politisi Indonesia.
Tujuan tulisan ini dibuat agar dapat menjelaskan bahwa kualitas dari seseorang baik itu seorang pemimpin ataupun anggota legislasi tidak ditentukan oleh gender pria ataupun wanita, tetapi kualitas diri seseorang itu dinilai dari bagaimana kinerja dan pembuktian dirinya sendiri.
Sehingga kita masyarakat tidak lagi memandang seseorang sebelah mata, baik ia pria maupun wanita, serta bidang apapun yang digelutinya pria atau wanita tidak masalah.
Politik Indonesia mulai berkembang pesat sejak 2004 ketika pemilu benar-benar dilaksanakan sebagaimana ketentuan demokrasi, sejak 2004 begitu banyaknya politisi-politisi baru lahir, bahkan pada tahun 2004 saat Negara kita dipimpin oleh presiden pertama Indonesia pada saat itu yakni Megawati Soekarnoputri yang pada saat itu bertugas menggantikan K. H.Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur tersebut yang pada saat 2001 lengser, sehingga sang wakil Megawati Soekarnoputris lah yang menggantikan posisinya sebagai Presiden Indonesia kala itu.
Setelah saat itu Politik di Indonesia semakin berkembang pesat dan lahir begitu banyaknya politisi-politisi wanita di Indonesia. Sebut saja Sri Mulyani yaitu Menteri Keuangan Indonesia pada masa kabinet Indonesia bersatu era Susilo Bambang Yudhoyono dan kabinet kerja era Jokowi , lalu ada Susi Pudjiastuti yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, bahkan pada era Susi Pudjiastuti ini kementrian kelautan dan perikanan sering kali menjadi sorotan publik, sebab bagaimana tegasnya seorang Susi Pudjiastusi dalam menjaga serta mengelola Laut dan Perikanan Indonesia dengan banyaknya menenggelamkan banyak kapal nelayan asing yang beraktivitas di lautan Indonesia.
Lalu ada Ibu Tri Rismaharini yang dikenal sebagai Walikota Surabaya yang ke 15. Ibu Tri Rismaharini atau yang lebih akrab disapa Bu Risma adalah seorang walikota yang tegas dan disiplin, walaupun beliau adalah seorang perempuan tetapi beliau membuktikan bahwa tidak hanya lelaki yang dapat menjadi pemimpin, namun seorang wanita juga dapat menjadi pemimpin dan bisa dibilang cukup tegas.
Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa kualitas seorang pemimpin tidak ditentukan oleh gendernya, namun bagaimana kemampuannya dalam memimpin suatu instansi, daerah, maupun negara.
Politik di Indonesia adalah hal yang sangat menarik untuk dibahas, serta tentunya akan menjadi bulan-bulanan yang tidak akan ada habisnya jika membahas politik di Indonesia kita ini, tak terkecuali membahas politisi-politisi wanita.
Ada begitu banyak sekali politisi wanita di Indonesia sekarang ini. Tentunya hal ini juga disebabkan karena adanya dukungan pemerintah terhadap gender equality atau kesetaraan gender khususnya di bidang politik dan kursi pemerintahan. Jika kita berbicara tentang gender equality atau kesetaraan gender sebelumnya kita perlu pahami dulu apa itu kesetaraan gender, bagaimana fungsinya dan bagaimana prinsipnya.
Kesetaraan gender, atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, merujuk pada kesamaan hak, tanggungjawab, kesempatan, perlakuan, dan penilaian bagi kaum lelaki dan perempuan dalam pekerjaan dalam hubungan antara kerja dan kehidupan.
Untuk saat ini Indonesia sudah sangat baik dalam memberikan kesempatan kepada para perempuan-perempuan hebat yang memang memiliki potensi dan kemampuan yang cukup untuk ikut andil dalam pemerintahan entah itu menjadi anggota legislasi, pemimpin suatu lembaga, atau bahkan menjadi pemimpin daerah dan Negara.
politisi-politisi wanita yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia per politik an Indonesia.
Sebut saja Tri Rismaharini, beliau saat ini menjabat sebagai walikota Surabaya, salah satu kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Bu risma memiliki kepribadian yang tegas, dan pendirian yang kuat, beliau sangat disegani karna kemampuannya dalam memimpin kota Surabaya. Hal ini membuktikan bahwa wanita seperti bu risma juga dapat memimpin kota Surabaya dengan baik, bahkan beliau juga menjabat sebagai walikota Surabaya dengan mendapat dua periode sejak 2010. Serta saat ini Presiden kita Bapak Joko Widodo menunjuk Bu risma menjadi Menteri Sosial.Hal ini juga tak lepas dari track record Bu risma yang juga bisa dibilang sangat baik.Sehingga Presiden dapat mempercayakan jabatan Menteri Sosial kepada Bu Tri Rismaharini. 
Masih ada beberapa politisi lain yang membuktikan dirinya bahwa wanita juga mampu menjadi pemimpin yang baik, karena kemampuannya tidak diukur dari gendernya pria ataupun wanita, tetapi bagaimana cara dia dan bagaimana hasil dari pekerjaan yang dilakukannya. Sekarang kita sudah tidak dapat lagi menilai seseorang dari gendernya. Karena sudah begitu banyaknya wanita-wanita hebat diluar sana yang dapat membuktikan dirinya bahwa di bidang pemerintahan juga tidak hanya pria saja yang mampu, namum wanita juga dapat memiliki andil yang cukup besar.
Berdemokrasi tentu saja ada pasang surut nya, tak terkecuali dalam berpolitik. Sebut saja pesta demokrasi atau pemilu, pemilu adalah acara lima tahunan yang bertujuan untuk memilih dan memberikan suara kepada Presiden/Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD, Gubernur, dan Bupati/Walikota. Dalam menyambut pemilu legislatif 9 April lalu, setidaknya disesaki oleh maraknya wacana keterwakilan politik perempuan dalam panggung politik Indonesia
Penulis : Muhammad Diva,Mahasiswa Semester II Program Studi Hubungan nternasional,Universitas Muhammadiyah Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here