Pengrajin Gula Aren Terima Bantuan Peralatan Wajan dan Tungku

0
93
Batulicin,WTol – Pengrajin gula aren di Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu,menerima bantuan sepaket alat pembuat gula aren berupa wajan besar ,tungku dan alat pengaduk.
Penyerahan bantuan paket wajan ini diserahkan langsung oleh Bupati Tanbu diwakili Staf ahli Bidang Perekonomian dan pembangunan,Suhartoyo,di Aula Kecamatan Simpang Empat,Senin (9/9/19).
Baca Juga : Bupati Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Lansia
Sebanyak 17 perajin gula aren dari tiga Desa di Kecamatan Simpang Empat,yakni Desa Sarigadung, Desa Sungai dua dan Desa Gunung Besar menerima bantuan dari Dinas tenaga kerja transmigrasi dan UM Kab Tanbu.
Bantuan peralatan pembuat gula aren tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk terus mendorong usaha mikro sebagai salah satu penggerak ekonomi di daerah ini.
“Sekarang kita berupaya bagaimana agar produksi gula merah yang ada ini dapat dikemas lebih modern, ataupun dibuat dalam bentuk olahan makanan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,kata Suhartoyo,Senin (9/9/19) di Batulicin.
Baca Juga : Atlit Peraih Medali Pra PON XX di Bali Dapat Penghargaan Pemkab
Suhartoyo juga meminta para perajin bisa berinovasi dengan membuat produk olahan berbahan gula aren.
“Selain kemasan yang lebih modern ,produk gula merah juga bisa dibuat beragam seperti misalnya gula semut atau produk berbahan gula merah yang secara ekonomis bisa memiliki nilai jual lebih tinggi,”tambannya
Dengan bentuk yang seperti sekarang ini, harga gula merah olahan perajin aren hanya dihargai Rp 22 ribu perbungkus saja,padahal menurutnya jika dibuat menjadi gula semut bisa mencapai Rp 50 ribu rupiah.
Sementara itu,Syukron,salah satu perajin gula aren warga desa Gunung Besar, mengungkapkan ucapan terimakasihnya atas bantuan peralatan pembuatan gula ini.
Baca Juga : Pelabuhan Batang Diramaikan Lomba Balap Perahu Ketinting Besar.
Syukron adalah perajin gula aren yang telah menggeluti usaha ini selama bertahun tahun dengan rata rata mampu menghasilkan 20 biji gula merah setiap hari.
” Kalau kemarau saperti rata rata produksi aren hanya 15 liter perhari,kalau hari biasa bisa mencapai 20 liter sehari,”ungkapnya
Untuk pemasaran,Syukron mengaku dirinya biasa langsung didatangi para pembeli yang umumnya warga setempat.
“Kalau harganya hanya dijual Rp 12 ribu perbungkus isi 2 biji,itu kalau pembeli langsung yang datang kerumah,”tandasnya
Penyerahan bantuan alat ini dihadiri juga Kepala Dinas Nakertrans UM Tanbu,anggota DPRD Tanbu dan Kecamatan Simpang Empat.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here