Pemprov Kalsel Beri Potongan 50 Persen Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor

0
300
Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan diskon pembayaran tungggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen di bawah tahun 2021.
Diskon tersebut termasuk juga penghapusan sanksi administrasi denda PKB.
“Pemprov Kalsel akan memberikan relaksasi pembayaran tunggakan PKB sebesar 50 persen di bawah tahun 2021 beserta penghapusan denda pajak,” terang Penjabat Gubernur Safrizal ZA dikutup Jurnalkalimantan.com,Kamis (30/7/2021) di kantor Gubernur Kalsel.
Namun untuk pokok PKB tahun berjalan tetap dipungut 100% dan bebas sanksi  administrasi denda PKB berlaku untuk seluruh jenis kendaraan bermotor.
Selain pajak kendaraan bermotor, pihaknya juga memberikan bebas biaya untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ke dua dan seterusnya beserta denda administrasi BBNKB, termasuk kendaraan bermotor mutasi masuk ke Provinsi Kalimantan Selatan.
“Relaksasi ini berlaku dari 9 Agustus sampai dengan 9 Oktober 2021,” tambahnya.
Diakuinya kondisi perkembangan perekonomian Provinsi Kalsel saat ini masih terkoreksi tidak menentu yang menyebabkan devisit anggaran, berimplikasi terhadap kemampuan membayar pajak semakin menurun, sehingga tunggakan pajak bertambah besar dan menjadi beban piutang Pemerintah Daerah.
Ada setelah didata ulang tunggakan kendaraan bermotor menjadi Rp740 Miliar, setelah sebelumnya diklaim mencapai Rp900 Miliar.
Ada beberapa sebab wajib pajak melakukan penunggakan. Pertama kendaraan hilang atau rusak berat sehingga tidak digunakan lagi, sehingga tercatat terus di Samsat.
Kedua kendaraan ditarik oleh pihak pembiayaan kemudian tidak dilaporkan sehingga terus tercatat. Selanjutnya masyarakat tidak mempunyai uang untuk membayar pajak.
“Menunggak karena tidak punya uang untuk bayar, ini faktor yang mendominasi, tunda-tunda sehingga 10 tahun, karena kelamaan sampai lupa bayar,” katanya.
Ada pun alasan pihaknya memberikan waktu hanya 2 bulan, yaitu untuk menutup kekurangan pendapatan daerah sekaligus membiayai penanganan Covid-19 di banua di tahun ini.
“Pajaknya untuk membeli oksigen, obat, insentif nakes serta belanja pemerintah daerah,” pungkas Gubernur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here