Pelatihan Pembuatan Pupuk organik Bagi Petani,Kerjasama BI Kalsel dan Pemkab Tanbu

0
160

Batulicin,WTOL – Petani di Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana,mengikuti pelatihan pupuk organik yang bertempat di Balai rakyat,Kantor Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana.Rabu (5/9)

Petani pelatihan tersebut adalah peserta klaster padi unggul terintegrasi program kerjasama KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Konsultan PUMKM KPw BI Kalsel,Untung Torang mengatakan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari MoU Pemkab Tanbu dengan BI terkait pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Salah satu kerjasama pengembangan pertanian organik tersebut yaitu pembuatan pupuk organik,” sebut Untung Torang.

Untung menambahkan pelatihan pembuatan pupuk organik dilaksanakan dari tanggal 4 sampai 6 September 2018.

Pada pelatihan kali ini, narasumbernya adalah peserta klaster padi unggul dari Kecamatan Kusan Hulu Kab Tanbu yang telah berhasil mengembangkan padi organik terintegrasi diwilayahnya.

Sedangkan materi pelatihan yang disampaikan diantaranya praktek pembuatan pestisida organik (bioplus) untuk pengembangan tanaman padi, dan pembuatan pupuk biofarm dari urine sapi dan pencampuran kombinasi untuk memacu pertumbuhan padi secara organik, serta upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara organik.

Dalam pelatihan ini disampaikan,penggunaan pupuk organik lebih hemat biaya dan bahan baku pupuk organiknya sangat tersedia dan melimpah, seperti jerami, kulit kelapa dan gedebong (batang) pohon pisang yang difermentasi menjadi pupuk NPK.

Selain itu, kotoran hewan ternak juga bisa dijadikan pupuk dan pencegahan pengendalian hama penyakit.

“Selain kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk, urine sapi juga bermanfaat untuk pencegahan hama pada tanaman padi,” sebutnya.

Dihadapan peserta pelatihan, Ia menjelaskan dan membuktikan dengan pupuk biofarm dari urine sapi tanaman padi miliknya tidak diserang oleh hama atau virus. Sedangkan tanaman milik petani lainnya diserang hama.

Sementara itu, Plt Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor menyambut baik dengan adanya pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi di Tanah Bumbu yang bekerjasama dengan KPw Bank Indonesia Kalsel.

Menurutnya, melimpahnya sumberdaya alam yang ada di Tanah Bumbu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan integrasi antara pertanian dengan peternakan.
Ia mengatakan melalui program kerjasama BI dan Pemkab Tanbu ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Salah satu contohnya yaitu pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami yang difermentasi menjadi pakan ternak.

Sementara itu, dari sektor peternakannya dengan memanfaatkan kotoran dan urine ternak untuk dijadikan pupuk tanaman.
Tidak hanya itu, pengintegrasian dengan sektor perkebunan juga bisa dilakukan untuk pembuatan pupuk organik.

“Pemanfaatan limbah tanaman dan ternak ini tentunya mengurangi biaya pengeluaran petani sebab pembuatan pupuk berasal dari limbah yang sangat mudah didapat dan tentunya murah,” seraya mengatakan dengan pengintegrasian ini petani padi diuntungkan dengan menjual pakan ternak dari fermentasi jerami, sedangkan peternak diuntungkan dengan menjual urine ternak ke petani padi untuk dijadikan pupuk organik. (rel/wtol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here