Pantau Kualitas Udara ,DLH Tanbu Pasang Alat HVAS

0
72
Batulicin,WTol – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu  memasang alat pemantau kualitas udara, High Volume Air Sampler (HVAS) di kawasan perkantoran Gunung Tinggi.
Kepala DLH Tanbu,Rahmat Prapto Udoyo melalui Kasi Identifikasi dan pengkajian Lingkungan Hidup,M Saleh, mengungkapkan DLH memasang satu unit alat pendeteksi kualitas udara,dimana alat tersebut akan mengukur kualitas udara dikawasan tersebut selama 24 jam.
“Kami pasang satu unit pendeteksi udara di areal kantor Bupati,durasinya 24 jam,artinya besok baru kita terima hasilnya terkait udara di kawasan ini,”ungkap Soleh,Di Batulicin,Senin (16/9/19)
Menurutnya,pemasangan alat pengukur kualitas udara dikawasan perkantoran Gunung Tinggi ini ada beberapa pertimbangan diantaranya tingginya aktivitas kendaraan di kawasan ini maupun kabut asap kiriman dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kondisi kualitas udara selalu fluktuatif karena dipengaruhi banyak kondisi seperti polusi asap kendaraan dan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla),”tuturnya
Baca Juga : Bupati Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ketua RT Se-Tanbu
Alat pendeteksi kondisi udara yang dipasang tersebut, nantinya akan berfungsi memantau kualitas  udara di kawasan sekitar pusat perkantoran di Gunung Tinggi dan sekitarnya.
“Hasil pembacaan alat ini sangat dipengaruhi beberapa parameter diantaranya kecepatan pergerakan angin dan kelembaban udara, sehingga hasilnya nanti akan berbeda beda sesuai lokasi titik pengambilan sampel,”tandasnya.
Terkait polusi kabut asap karhutla,ia menyebutkan DLH saat ini tengah melakukan pengambilan sampel kualitas udara dengan parameter PM 10 dengan PM 2,5 untuk partikel asap karhutla.
Baca Juga : Advokasi Pencegahan Anemia Bagi Calon Pengantin dan Remaja.
Selain dengan alat HVAS,DLH juga memanfaatkan pengukuran kualitas udara melalui model Air Visual secara online.
Berdasarkan Indeks kualitas udara,Air Quality Index (AQI), kualitas udara di kawasan ini pada pukul 14.00 Wita ,Senin (16/9/19) tercatat di angka 31.2 dengan parameter PM2,5.
“Kalau angka aman itu ada dibawah 50µg/m³,” jelasnya
Ia mengungkapkan dengan mengetahui kondisi kualitas udara,masyarkat bisa mengetahui upaya antisipasi pencemaran lebih dini terkait polusi udara.
Pihaknya juga terus memantau perkembangan sebaran titik api di Tanah Bumbu untuk pengambilan sampel kualitas udara dikawasan tersebut.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here