Mencontoh Kebiasaan Rasulullah SAW di 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

0
145
10 malam terakhir di Bulan Ramadhan akan menjadi hari-hari yang sibuk bagi Rasulullah SAW.
Bukan sibuk mencari baju apa yang bakal dipakai saat salat Idul Fitri nanti juga bukan membuat adonan kue untuk dihidangkan pada hari raya, di 10 malam terakhir Ramadhan, Rasulullah saw akan sibuk dengan doa, zikir dan banyak membaca Al-Qur’an.
“Rasulullah SAW. sangat giat beribadah di bulan ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya. (HR. Muslim)
Pertanyaannya kenapa di 10 malam terakhir?
Karena di 10 malam terakhir Bulan Ramadhan tersebut terutama di malam-malam ganjilnya ada malam yang disebut Lailatul Qadar. Malam yang mulia di mana Al-Qur’an diturunkan. Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadr: 3)
Saat menafsirkan ayat ini, Syaikh Wahbah Az Zuhaili, pakar tafsir dari Suriah yang Alhamdulillah juga pernah datang ke Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, menjelaskan bahwa amal shalih di malam lailatul qadar lebih baik daripada amal shalih dalam seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya.
Nah, sekarang kita kepoin amalan apa aja yang dilakukan Rasulullah saw di 10 malam terakhir bulan Ramadhan, berdasar hadits yang diriwayatkan beberapa sabahat.
1. I’tikaf
“Rasulullah saw. beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. (HR. Mutafaqun ‘alaih)
Di masa pandemi ini pastinya kita gak bakal bisa i’tikaf 10 malam terakhir di masjid. Tapi bisa kita gantikan dengan i’tikaf di rumah dengan cara memperbanyak ibadah di rumah, utamanya di 10 malam terakhir Ramadhan. Kita siapkan pojok rumah yang nyaman untuk kita beribadah di penghujung Ramadhan, plusnya kita bisa ajak adik, kakak dan orang tua ikutan untuk beribadah.
2. Salat Malam dan Banyak Berdoa
“Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, bila sepuluh malam terakhir telah masuk, mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Mutafaqun ‘alaih)
Nah, di 10 malam terakhir Bulan Ramadhan, Rasulullah saw malah memperbanyak salat malamnya. Kenapa? Salah satu makna salat adalah do’a dan kalo kita mau perhatikan semua bacaan salat dari takbiratul ihram hingga mengucap salam itu adalah do’a dan memperbanyak do’a di 10 malam terakhir Bulan Ramadhan menjadi kebiasaan Rasulullah saw.
Berdasar hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, di 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah saw banyak membaca doa berikut dalam berbagai kesempatan,
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau menyukai permintaan maaf maka ampunilah aku” (HR. Tirmidzi)
Juga jangan lupa kita perbanyak doa agar pandemi covid-19 bisa lekas berakhir.
3. Memperbanyak Sedekah
“Rasulullah saw. adalah orang yang sangat dermawan kepada siapa pun, dan pada bulan ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau. (HR. Mutafaq ‘alaih)
Di 10 malam terakhir bulan Ramadhan ini Rasulullah saw malah makin giat berbagi.
Di masa pandemi covid-19 ini kita juga bisa mencontoh Rasulullah saw untuk berbagi minimal kepada kawan-kawan atau kerabat kita yang memang membutuhkan. Atau kalo kamu bingung bisa juga menyalurkan donasi lewat platform online dari lembaga yang terpercaya.
4. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan, dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi S.A.W.
Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus” (Hadits Bukhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here