Masjid Berusia Ratusan Tahun dari Kayu Ulin di Banjarmasin.

0
57
Banjarmasin – Salah satu lokasi wisata religi di Banjarmasin yakni Masjid Sultan Suriansyah yang terbuat dari kayu ulin. Inilah masjid tertua di Kalimantan Selatan.
Masjid Sultan Suriansyah beralamat di Kuin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Masjid ini berada di tepian Sungai Kuin dan bangunannya didominasi warna hijau. Sore itu cuaca tampak mendung, namun tak menyurutkan langkah wisatawan untuk melihat langsung masjid yang indah ini. Sejumlah anak-anak juga tampak bersepeda di jalanan depan masjid.
Baca Juga : Prorgram Kampung Iklim,Pemkab Tanbu Terima Apresiasi Proklim Dari Kementerian LHK Ri
Baca Juga : Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustadz Das’ad Latief Yang Digelar PT BIB
Masjid Sultan Suriansyah sebagai masjid tertua di Kalimantan Selatan memiliki sejarah yang panjang. Rumah ibadah tersebut dibangun pada masa pemerintahan Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam 1526-1550, yaitu Sultan Suriansyah.
Ukuran bangunan masjid sekitar 15×17 meter, dengan luas areanya 30×25 meter. Kayu ulin digunakan untuk membangun masjid ini. Hingga kini, setelah renovansi pun penggunaan kayu ulin untuk bangunan masjid masih dipertahankan.
Baca Juga : Menyiapkan Batulicin Sebagai Kota Ramah Air
Bangunan dibuat bergaya khas Banjar dengan konstruksi rumah panggung. Namun memang ikut dipengaruhi juga dengan pola Masjid Agung Demak, yang dibawa bersamaan seiring masuknya agama Islam ke Banjarmasin oleh Khatib Dayan.
Bagian atapnya bergaya tumpang. Kemudian di ruangan utamanya, di depan mihrab terdapat empat tiang utama yang disebut tiang guru. Tiang-tiang tersebut juga terbuat dari kayu ulin.
Baca Juga : Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustadz Das’ad Latief Yang Digelar PT BIB
Masjid yang usianya lebih dari 400 tahun itu pun berhias kaligrafi di berbagai sisi dindingnya. Ada pula ukiran khas Banjar seperti manggis, bunga dan nanas.
Bagian dalam masjid juga makin cantik dengan chandelier yang menggantung di atapnya. Untuk lantainya, saat itu tengah berlapis karpet merah yang nyaman.
Buat traveler Muslim yang berkunjung bisa sekaligus beribadah di sini. Jika ingin memotret berbagai sisinya pun boleh. Tapi tentunya harus tetap menjaga kesopanan dan menghormati orang yang sedang beribadah.
Sumber : Detiktravel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here