Keimigrasian Kalsel Deportasi Mantan Napi ke RRT

0
290

WEN XIAN YOU warga RRT lahir di Jiangxi ,7 Oktober 1975, seorang narapidana penyalahgunaan izin kunjungan yang dijatuhi pidana penjara selama 3 bulan serta denda sebanyak Rp. 25.000.000.- (dua puluh lima juta rupiah) dengan subsider 1 bulan penjara.

“Ya dia akan dideportasi pagi ini (Senin,25/6) ke RRT via Bandara Soekarno,” sesuai keterangan Syahrifullah Kepala Kanim Banjarmasin yang akan mengawal langsung WN RRT itu ke Jakarta. Dengan menggunakan penerbangan Pertama Garuda GA-531, WEN akan dinaikkan dengan pesawat Garuda tujuan Guangzhou-RRT.


WEN dijebloskan kepenjara karena tanpa prosedur resmi melakukan kegiatan membuka lapak sebagai Pedagangan Kaki Lima (PKL) penjual perhiasan emas imitasi di Pasar Bauntung-Banjarbaru dan ditangkap pada akhir Oktober 2017 yang kemudian disidik PPNS Keimigrasian Kantor Imigrasi Banjarmasin.

Pengadilan Negeri Banjarbaru memutuskan hukuman kepada dirinya pada hari Kamis 8 Februari 2018 karena yang bersangkutan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yakni dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 122 huruf a UURI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Yang bersangkutan datang ke Indonesia menggunakan visa untuk melakukan bisnis tetapi pada kenyataannya dia melakukan kegiatan menjual emas imitasi dan cukup meresahkan masyarakat karena selain tidak memiliki Izin Usaha dan tidak membayar pajak.

Warga RRT yang juga tidak fasih berbahasa Indonesia, dalam bertransaksi dan negosiasi dengan calon pembeli dengan cara menuliskan daftar harga .Sebagai barang bukti penangkapan antara lain adalah 20 gulung perhiasan emas imitasi, 72 plastik klip yang berisi perhiasan emas imitasi dan peta wilayah Indonesia berbahasa China.

Menurut Kalapas Banjarbaru Akhmad Heriansyah Kalapas Banjarbaru, ia telah dibebaskan dari Lapas pada hari pertama kerja setelah libur panjang yaitu pada hari Kamis, 21 Juni 2018 dan diserahkan langsung kepada petugas dari Kanim Banjarmasin yang menjemputnya.

Hariyadi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian menyampaikan bahwa sejak dibebaskan dari Lapas Banjarbaru tanggal 21 Juni 2018, WEN ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi Lantai 2 Kanim Banjarmasin guna mengurus kesiapan kepulangannya ke negara asalnya ,

“Kita tempatkan di Ruang Detensi agar mudah dalam pengurusan pembelian tiket deportasi dari Jakarta langsung ke RRT  ke Guangzhou,ujar Heriyadi

Setelah itu baru kami proses mekanisme pengusirannya (deportasi) ke dalam sistem Penindakan Keimigrasian yaitu dibuatkan prosedur Izin Berangkat (Exit Permit Only-EPO) dengan Cap Merah yang artinya ia akan diusulkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

  “Dia juga nantinya akan  dimasukkan ke dalam Daftar nama penangkalan selama 6 bulan dan dapat diperpanjang setiap 6 bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,tutup heriyadi

Sementara itu ,Dodi Karnida ,Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan menyatakan, bahwa ia dipidana penjara 3 bulan dan denda, tetapi karena tidak sanggup membayar denda; makai hukuman subsidernya 1 bulan harus dijalani sehingga ia dibina di Lapas Banjarbaru selama 4 bulan.

“Kegiatan WNA sepreti WEN ini di wilayah Indonesia itu perlu dicermati secara mendalam karena dia datang ke Indonesia dengan ongkos yang tidak murah kemudian harus menyediakan uang untuk akomodasi, transportasi, konsumsi dan kebutuhan lainnya sementara keuntungan dari kegiatan menjual yang dilakukan menurut saya tidak seimbang dengan modalnya,”tegas Dodi

Selama di Indonesia yang bersangkutan juga ditengarai tidak mengindahkan peraturan .diantarayna  tidak memiliki Izin Usaha dan tidak membayar pajak.
sehingga aktifitas Wen dinilai bisa saja kamuflase biasa padahal yang sebenarnya ia bermaksud belajar Bahasa Indonesia, Bahasa atau karakter suatu daerah dan mengumpulkan data penting suatu wilayah untuk suatu kepentingan tertentu. Inilah yang harus kita dalami bersama-sama agar tidak merugikan kita baik pada masa kini maupun pada masa mendatang.(Rel/wtol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here