Lontara’ Kapiten La Mattone Didigitalisasi Tim Museum Wasaka Banjarmasin

0
270
Batulicin,wartatanbu.co.id – Tim verifikasi cagar budaya dari Museum Wasaka Banjarmasin bersama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kalsel melakukan verifikasi terhadap sejumlah benda sejarah peninggalan kerajaan Pagatan dan Koesan.
Salah satu tempat yang dikunjungi adalah kediaman Andi Satria Jaya di Desa Mattone Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir Tanah Bumbu.
Selama dua hari tim telah melakukan verifikasi secara teliti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, guna dijadikan cagar budaya Kalimantan Selatan.
Tim yang berjumlah 6 orang dari museum Wasaka Banjarmasin yg di Pimpin oleh Arry Risfansyah ST MM Kasi Cagar Budaya Dan Permuseuman Disdikbud Kalsel serta Rahmat dari Museum Wasaka Banjarmasin.
Andi Satria Jaya selaku pewaris benda sejarah kerajaan Pagatan dan Koesan membenarkan dirinya telah kedatangan tamu dari Museum Wasaka Banjarmasin untuk melihat langsung beberapa benda pusaka peninggalan kerajaan Pagatan dan Koesan
“Ya, memang beberapa hari sebelumnya, Pak Rahmat sudah menghubungi saya bahwa pihaknya akan berkunjung kesini,”ujar Andi
Andi menjelaskan, setelah berada dikediamannya, tim dari museum Wasaka langsung melakukan dengan sangat teliti memverifikasi banda-benda peninggalan Kerajaan Pagatan.
” Bayangkan saja untuk memverifikasi satu benda perlu waktu sekitar 45 manit, mulai dari pengambilan gambar, pengukuran dalam berbagai sudut, sampai dengan penimbangan,” imbuhnya
Andi menambahkan, ia juga sempat mendapat penjelasan langsung dari Kasubdit ANRI (Arsip Nasional RI), Agung melalui sambungan video call terkait cara merawat dan menyimpan Lontara agar bisa terpelihara dengan baik.
Sementara itu, menurut Rahmat dari museum wasaka Banjarmasin, mengungkapkan berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan ada beberapa benda bersejarah peninggalan Kerajaan Pagatan dan Koesan yang bisa menjadi cagar budaya nasional.
Diantaranya Lontara milik Kapiten La Mattonê dan Gantang milik Puanna Dekke ( saudagar kaya dari Kampiri Wajo Sulsel) yang membuka hutan belantara manjadi tempat pemukiman dan diberi nama Pa’gantang / Pagatan.
Rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here