La Magantang,Cerita Dibalik Asal Usul Nama Kota Pagatan

0
646
Pusara La Gantang 12 12 55 Jim (1750-1840) di Desa Mattone Kampung Baru Pagatan
Batulicin,WTol – La Magantang adalah seorang saudagar kaya raya yang berasal dari negeri seberang (Sulawesi Selatan).Ia adalah saudagar kaya raya yang merantau ke Tanah Kalimantan.
Cerita tentang La Magantang ini dikisahkan secara turun temurun,
Ia diperkirakan hidup dimasa pemerintahan Hasan La Pangewa (Kapiten Laut Pulo) atau Raja Pegatan Pertama (1750-1830)
Yang menarik,penyematan nama La Gantang pada dirinya yang konon di ambil dari banyaknya harta kekayaan yang dimilikinya, diceritakan, bahkan ia memiliki ringgit yang bergantang gantang.
Di pusaranya yang terbuat dari kayu ulin, menggunakan aksara bugis kuno (mirip tulisan arab gundul) tertera angka 12 12 55 tahun Jim (Hijriah) atau diperkirakan sekitar tahun 1804 M
Pusara La Gantang ini bisa kita ditemui di salah satu Komplek pemakaman, di Desa Mattone Kampung Baru, Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu
Cerita sejarah ini, dituturkan, Kepala Desa Mattone Kampung Baru, Andi Satria Jaya,menurut ia cerita La Gantang masih ada kemiripan dengan sejarah Poeanna Dekke yang tak lain adalah orang pertama yang membuka hutan belantara menjadi perkampungan yang kemudian di beri nama Pagatang ( Pa’Gantang) ia juga adalah seorang bangsawan kaya raya dari Kampiri Wajo (Sulsel) yang memiliki hulubalang khusus untuk membawa ringgit miliknya yang bergantang gantang.
“Dalam bahasa bugis alat untuk menggatang di sebut Pa’ Gantang,” tutur Andi.
Menurut Andi,semua catatan hari Lontara Kapiten La Mattone menggunakan tahun jim ( Hijiriyah ) termasuk catatan peristiwa meletusnya Gunung Karakatau (1883) yang dapat dirasakan sampai Pagatan yang waktu itu ikut menjadi gelap.
Pusara La Gantang yang berada di Desa Mattone kini kondisinya sudah mulai rapuh meski terbuat dari kayu ulin, namun dari sebatang kayu rapuh ini menyimpan cerita yang menjadi rangakaian sejarah daerah ini.
Meskipun cerita ini masih membutuhkan pembuktian sejarah, namun setidaknya cerita ini mampu menjadi salah satu refrensi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri.
*wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here