Ketua TP PKK Tanbu Kunjungi Puspaga Bersujud.

0
43
Batulicin,WTol – Ketua TP PKK Kab Tanah Bumbu Hj Sadariah Sudian Noor,didampingi sejumlah anggota mengunjungi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Bersujud di Kecamatan Batulicin.
Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kegiatan Program Puspaga sebagai upaya mendorong pelaksanaan sosialisasi Puspaga ditengah-tengah masyarakat,khususnya keluarga agar bisa lebih efesien dan efektif mencegah kekerasan terhadap perempuan dan perlindunan anak di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan Puspaga Bersujud yang berada di bawah koordinator  Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kab Tanbu dalam bentuk layanan konsultasi/konseling, informasi, penyuluhan pembelajaran keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera.
Kegiatan Puspaga Bersujud dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan dan pengasuhan, keterampilan, melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga, sehingga akan tercipta keluarga yang berkualitas dan unggul di Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain itu program puspaga dalam mendukung Kabupaten Tanah Bumbu sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dimana fokus dalam mewujudkan  program pemerintah pusat mewujudkan Indonesia layak Anak (IDOLA) tahun 2045.
Mewujudkan  capaian target UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Kehadiran Puspaga Bersujud yang diketuai Hj. Mulyawati Roswandi Salem,merupakan layanan dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga.
Dimana dalam Puspaga melalui program pendidikan, pengasuhan, keterampilan menjadi orangtua, keterampilan melindungi anak.
Selain itu, melalui puspaga juga mampu meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga serta penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga.
Selain itu,Puspaga bertujuan untuk tersedianya one stop service layanan satu pintu keluarga berbasis hak anak, tersedianya tempat pembelajaran keluarga melalui pendidikan bagi orang tua dengan mengedepankan kearifan lokal dan tempat konsultasi bagi anak, orang tua, orang yang mengasuh atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak.
Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here