Kementerian LHK Tetapkan Pulau Burung Dan Sewangi Jadi Taman Wisata Alam (TWA)

0
69
Batulicin,WTol – Pulau Sewangi dan Pulau Burung di Kecamatan Simpang Empat, kini telah berubah menjadi Taman Wisata Alam (WTA) yang sebelumnya termasuk dalam kawasan cagar alam.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengubah fungsi kedua destinasi wisata alam tersebut dari cagar alam menjadi taman wisata alam (TWA).
Kedua pulau ini berada di Selat Laut yakni selat pemisah Pulau Laut dan Pulau Kalimantan yang masuk Desa Pulau Panjang, Kecamatan Simpang Empat.
Karenanya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melakukan sosialisasi tentang perubahan fungsi kawasan tersebut di Ruang Rapat Bersujud Kantor Bupati, Senin (04/11/19).
Baca Juga : 89 Kafilah Tanbu Dilepas Ikuti MTQ Tingkat Provinsi Ke-32 di Kotabaru
Baca Juga : Lantik 44 Pejabat, Bupati : Berikan Pelayanan Maksimal
Bupati Tanah Bumbu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Suhartoyo menyambut baik perubahan tersebut yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 625/Milk/Setjen/Pla.2/8/2019 tanggal 30 Agustus 2019.
Bupati menyampaikan, luas kawasan yang terletak pada Bagian Pulau Burung sekitar 545 Ha dan di Pulau Suwangi sekitar 694 Ha, serta menjadi Taman Wisata Alam dengan nama Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Sewangi.
Pemerintah Daerah mengharapkan SKPD terkait segera menindaklanjuti dan melakukan koordinasi, agar dapat menghasilkan kesepahaman bersama, serta mengintegrasikan program kegiatan dan langkah lain yang dibutuhkan terkait Perubahan Fungsi Kawasan Cagar Alam Pulau Burung dan Pulau Sewangi.
“Terutama menjadikan masyarakat di sekitar Kawasan Cagar Alam sebagai subyek pengelolaan Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi,” pinta Bupati.
Baca Juga : Ucapkan Selamat Atas Wisudawan STIKES Darul Azhar, Bupati : Jadilah Tenaga Kesehatan Berkualitas
Agar nantinya tidak hanya dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi Taman Wisata Alam, guna mendongkrak perekonomian mereka, tetapi juga turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem Cagar Alam.
Nampak hadir pada sosialisasi tersebut Kepala BKSDA Provinsi Kalimantan Selatan Mahrus Aryadi, Dandim 1022 Tanbu dan Kepala Dinas PUPR sendiri.
Mc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here