Kemenkumham Kalsel Gandeng Pemerintah Daerah Dorong Pendaftaran “IG” Potensi Daerah

0
97
Banjarmasin,Wtol – Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan, Subianta Mandala,memberikan pemaparan tentang Indikasi Geografis (IG) dalam Sosialisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia yang bertema
“Perlindungan Indikasi Geografis Dalam Mendorong Perekonomian Daerah “,di Aula Kanwil Kemenkumhal Kalsel,Selasa (23/07/19) pagi
Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta dari Pemerintah Provinsi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di wilayah Kalimantan Selatan
Kegiatan  bertujuan melindungi potensi alam dalam bingkai produk IG sebagai ciri khas produk Daerah.
Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan Daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.
“IG dimiliki oleh Masyarakat penghasil produk khas wilayah, kepemilikan IG tidak dapat diperjualbelikan dan IG berlaku selama ke khasan produk masih terjaga serta perlindungan IG diakui secara internasional dan tercantum dalam Trip’s Agreement dan WTO,”jelas Subianta Mandala
Lebih jauh dikatakan,adapun manfaat IG diantaranya,mencegah beralihnya kepemilikan hak pemanfaatan produk dari masyarakat setempat kepada pihak lain,selain itu mmaksimalkan nilai tambah produk bagi masyarakat setempat dan memberikan perlindungan dari pemalsuan produk
” IG ini juga bisa meningkatkan pemasaran produk khas,meningkatkan penyediaan lapangan kerja dan menunjang pengembangan agrowisata,”jelasnya
Manfaat lainnya,menurut Mandala,IG ini bisa menjamin keberlanjutan usaha,memperkuat ekonomi wilayah dan mempercepat perkembangan wilayah.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberi jaminan kualitas kualitas produk dan Memberi jaminan hukum bagi konsumen apabila produk tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.
Ditambahkan lagi,sejauh ini belum ada satu produk khas Kalimantan Selatan yang terdaftar sebagai IG, padahal Kalsel mempunyai keanekaragaman hayati yang luar biasa besar.
Adapun kendala yang dihadapi di lapangan salah satunya belum adanya pengetahuan yang memadai mengenai manfaat IG.
Karena itu perlu ada kerjasama yang erat dengan Kanwil Kemenkumham dengan Dinas-dinas terkait di wilayah Kalimantan Selatan seperti, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.”tambah Subianta Mandala.
Sementara itu narasumber sebanyak dua orang dari Kantor Wilayah dan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM R.I, Tripsapto WA Nugroho yang menyampaikan materi tentang Perlindungan Indikasi Geografis dalam Mendorong Perekonomian Daerah dan dipandu moderator Kepala Bidang HAM, Rosita Amperawati tanpak meriah dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta sosialiasi mengingat materinya sangat menarik.
*hamkanwil/wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here