Kelola Pariwisata, Pemkab Tanbu Kunjungi Kabupaten Banyuwangi

0
133
Batulicin – Sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), Kabupaten Tanah Bumbu terus mempersiapkan diri menyambut momentum tersebut. Salah satunya mengelola sektor pariwisata daerah dengan harapan bisa menjadi tempat tujuan wisata bagi warga IKN.
Untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini, Pemkab Tanah Bumbu melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur yang merupakan daerah yang dinilai berhasil mengelola sektor pariwisata.
Turut dalam kunjungan itu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tanah Bumbu dimana terfokus pada Pariwisata.
“Hal itulah yang menjadi perhatian Pemkab Tanbu untuk belajar dan menggali informasi bagaimana pengelolaan pariwisata di Banyuwangi,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tanah Bumbu, Hj. Mariani disela kunjungan,Rabu (16/03/22).
Kunjungan tersebut lanjut Mariani untuk melihat langsung pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur,
” Harapannya sepulang dari Banyuwangi bisa memajukan potensi wisata yang sekarang sudah tergarap maupun yang belum tergarap di Tanah Bumbu,” tambah Hj. Mariani.
Secara geografis Tanah Bumbu berada di tenggara pulau Kalimantan yang juga menjadi pintu gerbangnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bertetangga dengan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Posisi Tanah Bumbu yang berada di perbatasan dengan IKN seperti  halnya Jakarta dengan Tanggerang. Maka Tanah Bumbu adalah Tanggerangnya” sebut Hj. Mariani.
Sementara itu,Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi, mengatakan pengelolaan pariwisata perlu adanya Kerjasama semua pihak.
Misalnya saja Dinas Perhubungan yang mengatur lalu lintasnya. Keberadaan Dishub penting dalam berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan festival pariwisata yang berkaitan dengan penggunaan jalan.
“Satu Festival melibatkan semua SKPD. Apakah itu Dinas PUPR, Dishub, DLH, Dinas Pariwisata dan lainnya. Semua harus saling membantu dan siap terlibat di dalamnya,”jelasnya.
Berkaitan dengan destinasi wisata, jika ada desa yang memiliki potensi wisata maka Pemkab Banyuwangi akan datang ke desa tersebut untuk mendorong dan memberikan masukan kepada mereka bagaimana sebuah destinasi wisata terbentuk.
Dari mulai membentuk Pokdarwis hingga masyarakat mengerti pariwisata. Karena destinasi wisata tidak boleh merugikan masyarakat, tapi wajib menguntungkan masyarakat. Pariwisata tidak boleh pula merusak alam, itu yang dilakukan di Banyuwangi. (Rel/wtol).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here