Kejari Tanbu Gelar Rakor Bakor Pakem 2021

0
94
Batulicin,Wartatanbu.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Bumbu menggelar rapat koordinasi (rakor) Bakor Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), Rabu (1/12/21) di aula Kejari Tanbu.
Rakor dipimpin Wakil ketua Tim Pakem yang juga Kasi Intel Kejari,Andi Akbar Subaru,SH,MH,dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra,Hj Mariani,iikuti masing-masing anggota tim dari unsur Kodim 1022/Tnb,Polres Tanah Bumbu,Kesbangpol, FKUB dan Kementerian Agama Tanbu.
“Rakor hari ini membahas sejumlah hal terkait tugas dan fungsi Tim Pakem juga untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas untuk melakukan deteksi dini,”terang Andi Akbar kepada awak media usai rakor.
Lebih jauh dikatakan,sejauh ini Tim Pakem Tanah Bumbu sendiri telah menerima dan menganalisa laporan dan informasi tentang aliran kepercayaan atau aliran keagamaan di wilayah Tanah Bumbu.
Pihaknya juga telah meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketentraman umum.
Dalam rakor Bakor Pakem ini juga dibahas laporan dan saran dari Tim Pakem terkait isu terkini keberadaan aliran kepercayaan  yang disinyalir kembali melakukan aktifitas keagamaan yang menyimpang.
” Masih kita dalami,tim akan bergerak mengumpulkan data untuk melakukan langkah selanjutnya,”imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Tanah Bumbu, Hj Mariani menekankan perlunya pendekatan ekonomi dan lingkungan dalam menyelesaikan setiap aktivitas keagamaan yang menyimpang dan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
“Pemerintah daerah sendiri selalu berupaya menghindari konflik,untuk itu perlu pendekatan khusus untuk mendalami dan mengurai latar belakang timbulnya suatu aliran kepercayaan yang menyimpang itu,”tutupnya.
Dibentuknya pakem sendiri untuk mengantisipasi terhadap keberadaan aliran kepercayaan yang dimungkinkan dapat mengganggu ketertiban umum.
Tim Pakem dalam fungsinya melakukan pengawasan terhadap ajaran atau faham aliran kepercayaan masyarakat dan aliran keagamaan yang berpotensi meresahkan masyarakat. (Wtol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here