Kajian Al-Hikam : #2 Maqom Asbab dan Maqom Tajrid

0
1532

اِرادَاتُكَ التَّجْرِيد مَعَ اِقَامَةِالّلهِ اِيَّاكَ فِى الْاَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ ، وَاِرَادَتُكَ الْاَسْبَابَ مَعَ اِقَمَةِاللّهِ فِى التَّجْرِيْدِ اِنْحِطَاطٌ عَنْ الْهِمَّةِ الْعَلِيَّةِ

Artinya

Keinginanmu untuk ber-Tajrid ( Mengkhususkan ibadah dan meninggalkan usaha mencari rejeki)  sedangkan Allah menempatkanmu di dalam al-asbab ( sebab akibat , melakukan usaha mencari rejeki) adalah termasuk ke dalam syahwat yang tersembunyi .

Dan keinginamu ke dalam maqom Al-asbab sedangkan Allah menempatkanmu ke dalam maqom Tajrid ,adalah suatu penurunan himmah atau semangat yang tinggi .

Penjelasan

Allah SWT. telah menciptakan sistim sebab akibat di dunia ini dengan sangat rapinya .Yang selanjutnya manusia menyusun sistim dalam kehidupanya berdasarkan akal , panca indera serta rasa yang telah dibekalim oleh Allah untuk mengatur bumi ini sebagai Khalifah .

Maka dengan penelitian hukum Allah ( Sunnatullah ) tersebut , manusia mampu menemukan berbagai macam penemuan ilmu dan pengetahuan seperti  Ilmu Falak ( Astronomi, Ilmu kedokteran, Matematika ( Ilmu Hisab) , Thnologi dan sebagainya . Yang kesemuanya itu untuk kemaslahatan dan kebaikan manusia .Sistim sebab akibat inilah yang telah menjadi sandaran perjalanan manusia .

Namun dengan penyandaran hukum sebab akibat ini,kadang membuat manusia menjadi lalai akan peran Allah swt. dalam kehidupanya. Sehingga menyebabkan manusia bergantung kepada amalnya dan lupa akan siapa yang menciptakan sebab akibat tersebut.

Manusia yang mengandalkan kekuatan sebab untuk mendapatkan akibat ( hasil ) itu yang dinamakan ahli asbab .Perjalanan hukum sebab akibat sering membuat manusia lupa akan kekuasaan Allah .Mereka melakukan sesuatu dengan penuh keyakinan bahwa akibat akan lahir dari sebab seolah olah allah tidak ikut campur dalam urusan mereka itu.Maka disitulah terselip kesyirikan tanpa disadarinya . Itulah Syirik yang tersembunyi , padahal syirik adalah dosa besar.

Keyakinan penuh pada hukum sebab akibat seolah olah Taqdir Allah telah diruntuhkan dan tidak berlaku . Hal itu sama bahayanya dengan para penyembah berhala.

Maka disitulah Allah telah mengutus para Nabi dan Rasul dengan mukjizatnya guna merombak pemikiran dan keyakinan penuh kepada hukum sebab akibat .Nabi dan Rasul mengajarkan dan mengenalkan Pencipta sebab akibat yaotu Allah Maha Pencipta segala galanya. Dengan begitu manusia dikenalkan kepada Allah yang hanya kepada Nya lah tempat bersandar dan bergantung serta harapan .Sehingga akan selamat dari kesyirikan sebab akibat .

Selama manusia hidup di muka bumi ini maka dia tidak mungkin terlepas dari sistem sebab akibat yang diciptakan allah. Firman Allah dalam surat Al-Hadid : 1 & 2 yang artinya :

Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah , dan Dialah yang Maha Kuasa , lagi Maha Bijaksana. Hanya Dialah yang menguasai langit dan bumi , dia menghidupkan dan mematikan,Dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Orang yang menyadari kekuasaan Allah dalam bentuk hukum sebab akibat tadi dan meletakan kebergantunganya hanya kepada Allah dan tidak bergantung kepada amal maka orang tersebut dinamakan ahli tajrid .Ahli tajrid melakukan amal sebagaimana ahli asbab yang mengikuti sunnatullah yaitu hukum sebab akibat , namun perbedaanya adalah penyaksian dalam hati .Ahli asbab berkeyakinan pada sebab akibat sedangkan ahli tajrid berkeyakinan melakukan amal sebagaimana yang diperintah Allah mengikuti sebab akibat dan hasilnya berharap penuh dari Allah.

Sebuah ungkapan mengatakan : Memungkiri hukum sebab akibat adalah suatu kebodohan sedangkan bergantung kepada hukum sebab akibat adalah Syirik .Wallau a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here