Kadiv Imigrasi Pantau Langsung Proses Perekaman Biometrik Calon Jamaah Umrah Kalsel

0
354
Banjarmasin,WTOL – Kepala Divisi Keimigrasian,Kalsel,Dodi KH Atmaja,memantau langsung proses perekaman biometrik bagi pemohon visa Umroh,di Kantor Pos Cabang Teluk Tiram Banjarmasin,Jum’at (21/12) Siang
Di Kantor Pos ini terdapat Tasheel atau Pusat Layanan Visa untuk Saudi Arabia yang merupakan vendor/pihak ketiga yang ditunjuk oleh Imigrasi Arab Saudi untuk melakukan perekaman biometrik bagi para pemohon visa ke Arab Saudi.
Sebelumnya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mensyaratkan hal ini bagi seluruh jamaah yang akan memasuki wilayah Arab Saudi.
“Jadi ini murni kepentingan pemerintah Arab Saudi sehingga tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Imigrasi Indonesia dan Pemerintah Indonesia hanya memberikan izin pengoperasian Kantor Tahseel ini,jelas Dodi
Lebih jauh dikatakan,Ketentuan perekamanan biometrik ini adalah Kedaulatan Mutlak (absolute sovergnity) Kerajaan Arab Saudi yang harus di hormati.
Untuk proses perekaman ini setiap pemohon harus mendaftarkan diri di website http//www.vfstasheel.com/landing.html#/home/index,namun tidak semua orang atau travel biro bisa mendaftarkan permohonan visa ini melainkan hanya provider visa Arab Saudi yang telah ditunjuk (diberi User ID) yang dapat mengakses untuk mendaftarkan jamaahnya guna mendapatkan Surat Janji Temu (appointment letter) ini.
Setelah mendapatkan Surat Janji Temu, pemohon harus datang sesuai waktu yang telah ditentukan dengan membawa paspor asli dan foto copy serta biaya sebesar US$8 sebagaimana tercantum dalam Surat Janji Temu tersebut yaitu sekitar Rp. 15.000.- – Rp. 118.000.- sesuai kurs dollar.
Setelah selesai pengambilan biometrik, maka tanda buktinya disertakan ke dalam paspor untuk dikirim ke Kantor Visa Arab Saudi di Jakarta guna penerbitan visanya.
“Mungkin ketentuan ini cukup memberatkan bagi masyarakat kita, tetapi kita percaya bahwa pemerintah,baik Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Agama yaitu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh akan berhasil dalam berdiplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk menyempurnakan prosedur ini agar tidak terlalu memberatkan beban masyarakat,”tambahnya
Tahun 2017 Perwakilan Republik Indonesia di Jeddah,termasuk Atase Imigrasi pada KJRI Jeddah telah berhasil dalam berdiplomasi mengenai pengurusan ziarah ke Arab Saudi, sehingga perekaman biometrik bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Tahun 2018 dilakukan di Asrama Haji yaitu sesaat sebelum calon jamaah haji berangkat,sehingga ketiak CJH tiba di Bandara Arab Saudi hanya tinggal melewati proses pengecapan Kedatangan Keimigrasian pada paspornya
Dengan kebijakan tersebut, jamaah tidak perlu lagi terlalu lama mengantri,bahkan untuk calon jamaah haji yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda Surabaya,mereka juga telah diberikan Cap Kedatangan Keimigrasian Arab Saudi sehingga setiba di Arab Saudi,calon jamaah tinggal mengambil kopor dan langsung ke hotel untuk beristirahat.
“Hal ini tentu memberikan rasa nyaman khususnya bagi mereka yang sudah udzur atau sakit dan telah terbang sekitar 9 jam perjalanan,”pungkasnya.
Hingga Kamis kemarin tercatat sebanyak 111 orang pemohon, sebagaimana yang terdaftar dan
hari ini diperkirakan ada sekitar 100 orang pemohon yang akan diselesaikan.
hms kwl/wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here