Jual Elpiji 3 Kg Diatas Rp 30 Ribu,Pangkalan Terancam di Cabut Izin Usaha

0
232

Batulicin
– Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu secara tegas akan memberikan sanksi bagi pangkalan Elpiji 3 kg yang terbukti menjual diatas harga tertinggi yang sudah ditetapkan.
Hal itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengaturan distribusi ataupun penjualan gas elpiji 3 kg di pangkalan yang efektif berlaku sejak 1 Oktober 2021.
Kepala Disdagri Kabupaten Tanah Bumbu H. Denny Haryanto mengatakan, pangkalan elpiji,kios ataupun pengecer yang terbukti melanggar patokan harga atau menjual elpiji 3 kg diatas Rp 30 ribu, akan diberi sanksi hingga pencabutan izin usaha.
“Jika melanggar aturan itu ya kita sanksi,setelah didahului dengan pembinaan dan sanksi preventif jika tidak mengindahkan teguran ini,”katanya.
Danny menambahkan, saat ini pihaknya bersama tim lainnya akan melakukan sosialisasi Perbup ini baik melalui pamflet-pamflet, media online, dan radio, khususnya Radio Swasra Bersujud (RSB).
Ia berharap dengan sosialisasi Perbup ini, akan mencegah terjadinya permainan harga elpiji 3kg sekarang dapat ditekan.
” Harapan kita harga tidak melebihi harga eceran yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya
Seperti diketahui,harga penjualan elpiji di Tanah Bumbu yang ada di pasaran sangat bervariasi bahkan melebihi ketentuan pemerintah.
Tingginya harga itu seringkali dipengaruhi sejumlah kondisi,seperti sulitnya mendapatkan hingga alasan harga yang sudah tinggi saat dibeli dan kemudian dipasarkan kembali.
” Kita memahami hal itu, tapi sebenarnya tidak boleh lebih dari itu. Dengan diberlakukannya Perbup ini, maka harga elpiji 3kg tidak boleh melebihi Rp30 ribu per tabung,” pungkasnya.
Zd/wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here