Jika Hujan Tak Kunjung Turun,Tak Selalu Faktor Alam, Bisa Jadi Karena 4 Hal ini.

0
95
www.wartatanbu.co.id – Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan disejumlah wilayah tanah air tahun ini diprediksi akan berlangsung hingga oktober – Nopember 2019
Dampaknya,lahan pertanian kering, sumur-sumur tak mengeluarkan air, bahkan kebakaran hutan dan lahan.
Fenomena El Nino, yang ditandai dengan naiknya suhu permukaan laut yang berimbas kepada durasi musim panas yang lebih lama serta musim kemarau lebih panjang untuk daerah iklim tropis disebut menjadi faktor penyebabnya.
Dari kacamata Islam sendiri fenomena musim kemarau berkepanjangan justru datang dari manusianya sendiri.
Selain faktor alam, manusia juga disebut jadi pihak yang harus dipersalahkan atas fenomena ini.
Berikut adalah beberapa alasan kenapa hujan tak kunjung turun jika dilihat dari perspektif Islam.
1.Zakat yang Tertahan Dari Pemiliknya,
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasul berkata, “Ketika orang-orang enggan membayar zakat, air hujan akan ditahan dari langit. Andaikata bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya hujan tidak akan pernah turun”
Sekarang ini orang kaya makin gemar menumpuk-numpuk harta. Mereka lupa kalau 2,5 persen dari total hartanya tersebut adalah hak mereka yang wajib menerima.
Hal ini pun akhirnya berdampak kepada tertahannya hujan dan merugikan banyak orang.
Padahal jika mereka membayarkan kewajibannya, negeri ini tak hanya akan dihujani dengan air, lebih-lebih rahmat dan nikmat dari Allah.
2. Tidak Menjalankan Kewajiban
Bagaimana kita bisa meminta hujan sedangkan diri sendiri sering lalai dengan perintahNya.
Sesungguhnya apa yang kita perbuat adalah apa yang akan kita terima.
Allah berfirman dalam Surat As-Shura ayat 30. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu.” Tidak turun hujan adalah musibah, dan harus diakui jika hal tersebut salah kita sendiri.
3. Lupa dan Enggan Bertaubat
Taubat adalah menyesali dengan apa yang dilakukan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.
Ketika kita tidak melakukan hal ini, maka hujan pun juga tidak bakal turun.
Allah berfirman dalam Surat Nuh ayat 10-11. “Maka aku katakan kepada mereka, “Mohon ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat.”
Percayalah perbuatan maksiat dan dosa yang sering kita lakukan dampaknya bisa sangat besar seperti tidak turunnya hujan seperti sekarang ini.
Dari sudut pandang manusia memang tidak logis korelasi antara taubat dengan turunnya hujan. Namun Allah telah dengan jelas mengatakan hal ini dalam Al-Qur’an, lalu kenapa kita mesti meraguinya?
4. Maksiat Menjadi Penghalang Hujan
Dikisahkan ketika itu Nabi Musa dan kaumnya telah menderita kekeringan yang sangat panjang. Lalu kemudian Nabi Musa mengumpulkan umatnya untuk berdoa bersama meminta hujan.
Melalui sang Nabi, Allah pun mengatakan sesuatu. “Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku. Akan tetapi bersama denganmu ada seorang yang bermaksiat kepadaku. Ia yang menghalangiku untuk menghadirkan hujan kepada kalian. ”
Singkat cerita kemudian Nabi Musa mengatakan hal ini kepada umatnya dan kemudian ada seorang pria yang mengakui hal tersebut.
Setelah ia memohon ampun, mendung gelap pun datang dan hujan turun dengan lebatnya. Dari cerita ini bisa diambil kesimpulan yakni tentang maksiat yang memang bisa jadi penghalang hujan.
Nah, jika ada satu orang maksiat saja hujan tidak diturunkan oleh Allah, lalu berapa banyak orang yang melakukan dosa sekarang ini di Indonesia?
Maka cara paling logis justru adalah mendekatkan diri kepada Allah. Bertaubat, stop melakukan maksiat dan tunaikan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan.
Setelah semua ini bisa kita penuhi, maka tinggal tunggu keajaiban apa yang akan diturunkan oleh Allah untuk hamba-hambanya yang beriman
Wallahu A’lam
*dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here