Keimigrasian Kalsel Berlakukan Tarif Baru Keimigrasian

0
131
Banjarmasin, wtol – Jumlah Warga Negara Asing (WNA) di Kalsel hingga tanggal 1 Mei 2019 relatif stabil.
Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan,Dodi Karnida, Jumat, 3 Mei 2019 menyebutkan ada sebanyak 486 orang WNA masing masing pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), IT Terbatas (ITAS), IT Tetap (ITAP) dan ITAS Perairan
“Jumlah ini relatif stabil seperti biasanya karena angka WNA pemegang izin tinggal di Kalsel setiap bulannya selalu berada di bawah angka 500,” Katanya
Dodi merinci,jumlah tersebut masing masing 9 orang pemegang ITK, 45 orang pemegang ITAS Maksimal 6 bulan, 397 orang pemegang ITAS 1 tahun, 14 orang pemegang ITAS 2 tahun, 19 orang pemegang ITAP dan 2 orang pemegang ITAS Perairan.
“Jika dirinci berdasarkan kewarganegaraan maka sebanyak 244 orang WN RRT, 49 orang Korea Selatan, 34 Malaysia, 29 Thailand, 12 Filippina dan lain-lain yang kesemuanya berasal dari 35 negara dari seluruh belahan benua seperti dari Somalia dan Maroko di Afrika dan Guyana di Amerika Latin sedangkan yang dominan berasal dari Asia,”jelasnya
Tujuan kunjungan, mereka antara lain sebanyak 201 orang Tenaga Ahli, 70 orang TKA Bidang Konstruksi dan Bangunan, 64 orang suami ikut isteri, 57 orang TKA Bidang Perindustrian, 41 orang pelajar/mahasiswa, serta 30 orang TKA Bidang Pertambangan dan Penggalian.
Sedangkan pemodal dan TKA Bidang Kehutanan masing-masing 1 orang, Wisatawan Lanjut Usia 2 orang dan TKA Bidang Keagamaan 4 orang“.
Seiring dengan telah diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 28/2019 yang mengatur antara lain mengenai biaya keimigrasian, maka setelah ada petunjuk pelaksanaannya serta sistem pembayaran biaya keimigrasian sudah disesuaikan, para WNA pemegang izin tinggal ini harus membayar biaya keimigrasian dengan tarif baru.
Lebih jauh dikatakan, termasuk jika izin tinggalnya kadaluwarsa (over stay) yaitu sebesar Rp. 1.000.000.- (satu juta rupiah) per hari yang sebelumnya hanya Rp. 300.000.- (tiga ratus ribu) per hari. Tetapi kepada WNA yang tidak mampu membayar atau jika over stay lebih dari 60 hari, maka kepadanya diberikan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendeportasian dan pencantuman namanya di dalam Daftar Penangkalan
Terkait berapa banyak jumlah WNA yang melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, Dodi tidak bisa memberikan datanya karena data di dalam Sistem Informasi Keimigasian (SIMKIM) versi satu maupun SIMKIM versi dua yang saat ini sudah mulai diterapkan, tidak dikenal adanya klasifikasi WNA berdasarkan agama/kepercayaan.
Adapun terkait sebaran jumlah WNA di daerah di daerah, maka TKA terbanyak biasanya tinggal dan melakukan aktifitasnya berada di wilayah Kabupaten Tabalong.
Kumham/Wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here