Jadi Daerah Penyangga Ibu Kota,Tanbu Benahi Tata Ruang Wilayah.

0
288
Batulicin,WTol – Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor,mengatakan sebagai daerah yang akan menjadi penyangga Ibu kota baru, Tanah Bumbu perlu mempersiapkan dan menata segala sesuatunya,diantaranya terkait Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW)
Hal tersebut dikemukakan bupati dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Ekonomi, Suhartoyo,padaFocus Group Discussion (FGD) Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN dan Pemerintah daerah,di Hotel Ebony Batulicin,Kamis (3/10/19)
“Kita sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),”ucap Suhartoyo
Baca Juga : Peringati Hari Anak Nasional 2019, Pemkab Tanbu Kampanyekan Hak Anak Mendapat Pendidikan Terbaik
Dikatakan,Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ini disusun guna mewujudkan struktur ruang dan pola ruang, sehingga tercipta ruang yang aman, nyaman, produktif, berkeadilan dan berkelanjutan.
“Tanah Bumbu ini terus berkembang,kebutuhan ruang terus meningkat, hal ini seringkali memicu terjadinya ketidak sesuaian ,antara pemanfaatan ruang dengan RTR yang berlaku,” tambahnya
Kondisi tersebut lanjut bupati,seringkali menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan dan konflik pemanfaatan ruang.
Baca Juga : Prorgram Kampung Iklim,Pemkab Tanbu Terima Apresiasi Proklim Dari Kementerian LHK Ri
Disisi lain,menurut bupati,pelaksanaan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTRW akan berpotensi terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang,yang berujung dikenakannya sanksi administratif, maupun sanksi pidana sesuai dengan Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang  (UUPR)
” FGD ini tentunya bertujuan menyamakan persepsi, pengetahuan dan pemahaman sama, dalam mewujudkan pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),”tandasnya.
Melalui FGD ini juga diharapkan dapat mefasilitasi penertiban untuk menjaga agar tata ruang yang ada tetap berada pada koridor yang tepat, serta mengawal dan mengarahkan Pemerintah Daerah, dalam melaksanakan penertiban pemanfaatan ruang di Daerah.
Baca Juga : Sektor Perikanan Tanbu Siap Suplai Pangan Ibu Kota Baru
Bupati berharap melalui forum ini tidak hanya dapat menyelesaikan dan mencegah terjadinya konflik antar fungsi, proses pemanfaatan ruang di Kawasan perkotaan Batulicin.
” Yang utama  juga bagaimana pemetaan RTRW ini dapat melindungi masyarakat, dari bahaya-bahaya lingkungan yang mungkin timbul, akibat pengembangan fungsi ruang pada lokasi yang tidak sesuai peruntukannya,”pungkasnya
Focus Group Discussion diikuti Kepala BPN Tanbu,Sejumlah Pimpinan SKPD terkait,Perwakilan Kodim 1022/TNB dan Polres Tanbu,hadir juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kab Tanbu dan Camat.

wtol

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here