Indonesia Miliki 51 Persen Saham Freeport

0
145

Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum telah meneken Sales and Purchase Agreement (SPA) dengan Freeport McMoRan Inc. dan Rio Tinto.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin dan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson

Penandatanganan ini merupakan lanjutan dari dari penekenan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara pemerintah dengan perusahaan berbasis di Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc (FCX) yang dilakukan pada 12 Agustus 2018 lalu.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Lantas, kapan pembelian saham bisa dilunasi? berikut rangkumannya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum akan melunasi pengambilalihan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) pada November 2018.

“Moga moga saya targetnya kan November sudah semua sudah beres, sudah bayar, sudah semua, sudah done,” kata Rini di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Dia mengatakan seluruh detail transaksi sudah beres, termasuk jumlah nilai yang harus dibayar oleh Inalum untuk mengambilalih 51% di PTFI. Rini menjelaskan kenapa pembayarannya belum dilakukan karena masih dalam proses.

“Jadi sekarang tinggal prosesnya, pembiayaan sudah done, tinggal sekarang kan pembayarannya, kenapa pembayaran, itu masih menunggu karena secara internasional ini transaksi internasional yang besar,” sebutnya.

“Jadi lawyer-lawyer kita masih harus meng-confirm terhadap negara negara yang kopernya nih dijual ke negara negara tersebut, karena itu ada aturan aturannya, tinggal menunggu itu,” sambung Rini.

Sesuai kesepakatan dalam perjanjian Head of Agreement (HoA), Inalum harus membayar US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 56 triliun kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX).

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan sudah dipastikan pembayaran dilakukan melalui 11 bank asing yang sebelumnya sudah dibicarakan.

“Bank, bank asing semua sudah confirm 11 bank. Sekarang pada dasarnya bank, nanti kita mungkin kalau mau refinance jangka panjang mungkin kita akan keluarkan bond. Pada saat sekarang adalah sindikasi dari bank asing,” katanya di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Selain itu, Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pencaplokan 51% saham dilakukan dengan membeli saham PT Indocopper Investama dari tangan Freeport. Indocopper menguasai 9,36% saham di Freeport.

Kemudian sisanya dibeli Inalum melalui PI Rio Tinto yang ketika dikonversi menjadi 40% saham. Dengan yang sudah dipegang oleh Indonesia, maka nanti total yang dimiliki Indonesia setelah pembayaran dilakukan adalah 51,23%.
Budi menjelaskan, rencananya pembayaran dilakukan November. Terkait itu akan dilakukan proses pemenuhan izin Freeport sebagai perusahaan internasional terlebih dahulu.

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum telah meneken Sales and Purchase Agreement (SPA) dengan Freeport McMoRan Inc dan Rio Tinto. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, itu adalah tahap akhir proses pengambilalihan 51% saham di Freeport Indonesia.

“Kita akhirnya bisa memenuhi dan mencapai kesepakatan saham 51% melalui SPA ini. Kita juga terus menyelesaikan, dan ini tahap akhir,” kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson. Diakui mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, untuk mencapai tahap tersebut tidak mudah.
“Ini juga proses yang tidak mudah, tapi komitmen kita untuk memperjuangkan yang terbaik, baik dari sisi penerimaan negara, smleter untuk downstream, pengelolaan dan menghormati hak investor yang datang ke Indonesia, kami selesaikan miles dan titik yang kami nego,” paparnya.

Sri Mulyani pun berharap penyelesaian pembayaran 51% saham di Freeport Indonesia bisa segera beres. Selain itu, Sri Mulyani mengapresiasi kerja sama dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Sumber : Detikcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here