Gandeng STC, PWI Ingin Tingkatkan Kompetensi Wartawan

0
111
Foto bersama Tim Penguji dan Peserta UKW Angkatan XIII di Gedung PWI Kalsel, Sabtu 16 Oktober 2021. (Istimewa/pwi kalsel)
Banjarmasin – Sebagai organisasi profesi wartawan yang memiliki banyak anggota dari berbagai latar belakang media, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan terus berkomitmen untuk  mendorong peningkatan kompetensi wartawan.
Sampai saat ini PWI Kalimantan Selatan telah menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan XIII yang baru saja dihelat pada 15-16 Oktober tadi.
Digelarnya UKW Angkatan XIII tak lepas dari dukungan PT Sebuku Tanjung Coal Grup, yang ikut berkontribusi dalam mendorong peningkatan kompetensi wartawan di Kalimantan Selatan.
Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmie menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan PT STC grup yang ikut berperan dalam mendorong peningkatan kompetensi wartawan.
“Ini adalah bukti sinergi dunia usaha dalam hal ini PT STC Grup dengan PWI Kalsel, untuk mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas masyarakat pers, khususnya para jurnalis di Banua. Saya berharap perusahaan besar di Kalsel yang lain juga ikut berkontribusi terhadap masyarakat pers di Kalsel, khususnya dalam mendorong peningkatan kompetensi wartawan,” katanya usai penutupan UKW yang dilaksanakan di Gedung PWI Kalsel Jalan Pengeran Hidayatullah  Banjarmasin, Sabtu (16/10).
Ditambahkan Zainal Helmie, UKW menjadi salah satu syarat bagi insan pers untuk menjalankan tugas jurnalistik. Melalui UKW maka kapastitas dan kompetensi seorang wartawan akan diuji, apakah layak dan berkompeten menjalankan tugas jurnalistik 6M yang profesional dan bermartabat.
“Bagi pimpinan media akan diuji pada jenjang utama, bagi redaktur diuji jenjang madya dan bagi wartawan diuji pada jenjang muda. Uji UKW ini memiliki standar penilaian yang ketat dengan penguji yang telah mendapat sertifikasi penguji nasional. Jadi, bagi yang lulus, maka bisa dikatakan telah berkompeten,” jelas Zainal Helmie.
Sementara Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Kalsel Toto Fachrudin mengatakan, wartawan yang berkompeten bisa menjadi filter untuk mencegah dan membendung informasi hoax yang begitu massif.
Ketika dinyatakan berkompeten, maka wartawan akan terikat untuk menjalankan prinsip jurnalime yang jujur, adil, berimbang, serta bermartabat.
“Wartawan berkompeten akan selalu memegang teguh prinsip jurnalisme yang berimbang dengan mengedepankan kepentingan publik. Kode Etik dan UU Pers akan selalu menjadi pegangan dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk bagi redaktur dan pimpinan media,” katanya.
Manajemen Head Office PT Sebuku Tanjung Coal Grup, David Sebastian mengatakan bahwa pihaknya ingin berkontribusi secara nyata terhadap masyarakat pers di Kalsel.
“Bagi kami pelaku dunia usaha, pers adalah mitra dan stakeholder yang strategis. Kami  berharap dengan hadirnya wartawan yang berkompeten, maka dunia usaha juga merasakan manfaatnya dengan berita-berita yang berimbang dan menciptakan iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan  komitmen PT STC akan terus bersinergi bersama PWI untuk  mendorong peningkatan kompetensi wartawan.
Harapannya agar pemberitaan yang dibuat wartawan berkompeten bisa memberikan kontrol yang berlandaskan fakta dan data akurat, serta memegang teguh kode etik dengan mengedepankan prinsip keadilan dan  berimbang.
“Saya ucapkan selamat untuk teman-teman wartawan yang lulus UKW dan dinyatakan berkompeten. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PWI Kalsel yang bersinergi bersama kami. Semooga sinergi ini bisa memberikan manfaat dan kontribusi terhadap Kalimantan Selatan melalui pemberitaaan wartawan yang kondusif dan berimbang,” ujar David Sebastian. (Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here