Dukung Pemindahan Ibu Kota Warga Hibahkan Lahan 15 Hektar untuk Kantor Kemendagri

0
89
Foto : Warga RT 05 Kelurahan Loa Ipuh Darat memasang plang bertuliskan mendukung pemindahan ibu kota negara. Mereka menyiapkan lahan seluas 15 hektare disiapkan warga buat bangun Kantor Kemendagri
Samarinda – Warga di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan lahan 15 hektar secara cuma-cuma untuk pembangunan kantor Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
Hibah lahan tersebut sebagai bentuk apresiasi warga terhadap pemindahan ibu kota negara ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kaltim.
Lahan itu kini dipasang plang oleh warga yang bertuliskan,
“Mendukung pemindahan ibu kota negara. Kami menyediakan lahan seluas 15 hektar untuk rencana pembangunan Kantor Kemendagri. Betulungan etam bisa (Saling tolong kita bisa)”
Lurah Loa Ipuh Darat, AR Ambo Dalle mengatakan, lahan tersebut adalah eks konsesi perusahaan tambang batu bara milik PT Tanito Harum yang distop izin perpanjangan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Lahan tersebut kini dikuasai warga secara kolektif.
Alasan lain menyiapkan lahan khusus kantor Kemendagri, lanjut Ambo Dalle, karena menurut warga nama Kemendagri lebih familiar ketimbang kementerian lain.
“Kenapa buat Kemendagri, karena nama itu sering mereka dengar atau lebih familiar. Itu saja alasannya,” kata Ambo Dalle, Minggu (1/9/2019).
“Secara umum warga sangat senang dengan rencana pemindahan ibu kota. Luapan kesenangan itu mereka sepakat siapkan lahan,” ucapnya.
Lahan yang disiapkan warga cukup strategis, terletak di pinggir jalan poros menuju dua kabupaten, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Jarak lahan ini menuju Kecamatan Samboja dan Sepaku PPU, ditempuh kurang lebih tiga jam. Dua kecamatan itu digadang-gadang jadi lokasi ibu kota negara.
Sedangkan, Ketua RT 05 Kelurahan Loa Ipuh Darat, Triyono mengatakan, warga ingin pembangunan kantor kementerian berdampak positif terhadap kehidupan mereka.
“Kami ingin ada pembangunan kantor di sini, wilayah sini, biar daerah kami maju,” ucap Triyono.
Adapun, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Wahyu Widhi Heranata menjelaskan mengenai status lahan.
Widhi mengatakan, lahan bekas konsesi PT Tanito Harum akan dikembalikan kepada negara, jika perusahaan tersebut tak beroperasi lagi.
“Tapi langkah warga itu patut diapresiasi sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pemindahan ibu kota negara ke Kaltim,” kata dia.
Widhi tak ingin berkomentar banyak terkait status lahan eks PT Tanito karena izin dari Kementerian ESDM atau Pemegang Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).
“Soal lahan itu urusan pusat. Karena izin dari pusat, bukan kami,” tuturnya.
*kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here