Dugaan Pelanggaran HAM Di Desa Sungai Cuka Satui, Kemenkumham Kalsel Turun Tangan

0
500
Wartatanbu.co.id,WTol – Kementerian Hukum Dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Kalsel melakukan peninjauan lapangan terkait adanya dugaan permasalahan/pelanggaran HAM di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui,Kamis (29/08/19) pagi.
Peninjauan kelapangan ini menyusul adanya informasi dugaan permasalahan/pelanggaran HAM terkait dengan isu lingkungan yang terjadi di wilayah ini ,antara masyarakat setempat dengan perusahaan pertambangan.
Tim dipimpin langsung,Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadiv Yankumham) Kalsel,Subianta Mandala dan Kepala Bidang HAM, Rosita Amperawati beserta Tim Pelayanan Komunikasi Masyarakat (Yankomas) Kanwil Kemenkumham.
Baca Juga : Permintaan Pembuatan Kartu AK1 di Disnaker Tanbu Menurun
Usai meninjau kelokasi,Tim Yankomas Kanwil langsung mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Rakor tersebut untuk menindaklanjuti hasil klarifikasi oleh pihak terlapor hasil Rakor yang dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus lalu di Kantor Wilayah  yang dihadiri Direktur Yankomas, Johno Supriyanto bersama Tim Yankomas dari Pusat.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Subianta Mandala menyampaikan,pertemuan hari ini untuk mencari solusi atas masalah yang ada untuk memperoleh hasil secara damai (win-win solution)
“Kemenkumham hadir dari sisi pendekatan Hak Asasi Manusia (HAM) dimana Negara menjamin hak-hak warga negara seperti adanya terjadi dugaan permasalahan HAM terhadap masyarakat dalam posisi yang lemah,”ungkapnya saat memimpin rapat yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Sungai Cuka Kabupaten Tanah Bumbu.
Baca Juga : P2WKSS Tingkatkan Peran Perempuan Dengan Ekonomi Produktif
Dirinya berharap ada upaya dan itikad baik dari para pihak dalam membuka diri untuk melihat dari sisi kemanusiaan,dan tidak hanya berpegang pada legal formal semata sehingga ada titik temu,namun menurutnya bila persoalan ini diteruskan ke jalur hukum maka itu merupakan hak para pihak.
Sementara itu Kepala Desa Sungai Cuka,Masripay berharap adanya permasahan ini tidak menghambat aktivitas pertambangan di wilayah Sungai Cuka, sebagai salah satu pendorong perekonomian diwilayah ini.
” Kita berharap aktifitas pertambangan diwilayah ini tetap berjalan normal, mengingat perekonomian di wilayah ini masih bergantung dengan usaha pertambangan yang banyak menyerap tenaga kerja,”terangnya
Rapat dihadiri perwakilan Kepolisian Sektor Satui, Koramil Satui, Kecamatan Satui, Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu, Dinas Perkintan Tanah Bumbu, PT.Arutmin dan Tokoh Masyarakat.
*Hmskwl/wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here