De’Papuyu Farm Banjarbaru Gelar Pelatihan Bioflok Untuk Masyarakat Banua

0
62
Banjarbaru – Hadirnya pelatihan budidaya ikan sistem bioflok yang digelar oleh de’Papuyu Farm Banjarbaru adalah tak terlepas dari tujuan yaitu selalu bersinergi menebar semangat bioflok kemasyarakat banua.
“Itu salah satu komitmen kami di de’PAPUYU Farm Banjarbaru,” tegas Owner Hilmi Arifin.
Lebih lanjut menurutnya, seiring dengan tekat untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat desa, dalam pelatihan kemarin Dosen Politeknik Banjarmasin ikut serta.
“Keikutsertaan Dosen Politeknik Banjarmasin ini tentu saja dalam rangka mendukung pengabdian institusi Perguruan Tinggi ke Desa Binaan, terutama di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Batola,” pungkasnya.
Baca Juga : Bupati Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Lansia
Budidaya ikan dengan bioflok semakin digemari dari hari ke hari. Berbagai keunggulan dengan cara ini menjadi pertimbangan para pembudidaya untuk melanjutkan usaha mereka dengan sistem bioflok.
Berikut beberapa ikan yang bisa dibudidayakan dengan sistem bioflok
Seperti diketahui, pertama kali dikembangkan, sistem bioflok diterapkan pada ikan nila. Seiring berjalannya waktu, metode budidaya ini juga merambah Indonesia dan diterapkan pada jenis ikan dan hewan air lainnya.
Ikan nila
Ikan nila yang dibudidayakan dengan sistem bioflok memiliki beberapa keunggulan. Pertama, kelangsungan hidup ikan nila lebih dari 90 persen tanpa pergantian air. Air bekas juga tidak berbau dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Keunggulan lainnya adalah perbandingan berat pakan dengan berat total ikan mencapai 1,03. Artinya, sebanyak 1,03 kilogram pakan akan menghasilkan 1 kilogram ikan nila. Selain itu, sistem bioflok juga memungkinkan kepadatan ikan mencapai 10—15 kali dibanding pemeliharaan pada kolam biasa.
Baca Juga : Haornas Ke 36,Bupati Lepas Peserta Jalan Santai Di Education Park.
Produktivitas juga meningkat seiring dengan penggunaan budidaya bioflok pada nila. Dibandingkan kolam biasa, produktivitasnya mampu mencapai 12—15 kali lipat. Terakhir, ikan nila pun jadi lebih gemuk karena pencernaan yang lebih optimal. Proporsi daging lebih banyak daripada kandungan airnya.
Ikan lele
Sudah banyak dilakukan, budidaya bioflok pada ikan lele menunjukkan banyak keuntungan. Pertama, kesan ikan lele yang kotor dan hidup di tanah berlumpur pun tidak lagi melekat karena kolam bioflok cenderung lebih bersih.
Ikan lele juga tidak lagi berbau seperti lumpur. Daging yang dihasilkan juga lebih kenyal karena proses pencernaannya jadi lebih maksimal. Selain itu, risiko kematiannya lebih rendah karena amonia hasil metabolisme ikan lele dicerna kembali oleh mikroorganisme menjadi zat yang tidak beracun
Untuk mempelajari sistem budidaya bioflok ikan lele, Anda bisa membacanya di buku Bioflok Leleyang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.
Ikan gurame
Bisa dibilang, ikan gurame merupakan salah satu ikan kegemaran masyarakat Indonesia. dagingnya yang enak, bertekstur kenyal, dan padat jadi alasan ikan ini banyak dicari konsumen. Kebutuhannya pun meningkat. Oleh karena itu, budidaya ikan gurame dengan metode bioflok sangat tepat dilakukan.
Ikan gurame yang dibudidayakan dengan metode bioflok bisa menghemat waktu budidaya. Akibatnya, biaya produksi pun bisa dipangkas. Sistem ini pun lebih praktis, sederhana, dan ampuh meningkatkan hasil panen daripada sistem konvensional.
Ikan papuyu
Ikan betok ini merupakan salah satu ikan yang berhabitat di perairan tawar. Jadi ikan ini hanya bisa dijumpai di sungai – sungai dan danau saja. Nama lain dari ikan betok ini adalah ikan bethik yang mana ikan ini banyak dijumpai didaerah jawa.
Salah satu keunikan dari ikan betok adalah kemampuannya untuk memanjat ke daratan. Jadi ikan betok ini termasuk ikan yang liar. Saat memancing ikan ini harus hati – hati agar jangan sampai sesudah dipancing ikan ini malah lepas lagi.
Letakkan ikan betok yang sudah dipancing kedalam ember yang tertutup dengan rapat.
Ikan papuyu sudah banyak dikembangkan dengan cara sistem bioflok, diantaranya didaerah Kalimantan Selatan, seperti yang dikembangkan oleh pembudidaya yaitu Hilmi Arifin di de’Papuyu Farm yang berlokasi di Banjarbaru.
Sumber : De’Papuyu Farm.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here