Crew Pesawat Asing Di Periksa Petugas Imigrasi Banjarmasin

0
309

Banjarmasin – Pesawat asal Brussel-Belgia yang tiba di Bandara Syamsudin Noor Sabtu (14/7) rencananya mengangkut calon jamaah haji kalimantan selatan dan Tengah, diperiksa petugas imigrasi Banjarmasin.

Syahrifullah, Kakanim Banjarmasin, Minggu (15 /7),menjelaskan,pemeriksaan keimigrasian bagi Crew Asing tersebut dilaksanakan di ruangan Imigrasi di Bandara Syamsudin Noor yang telah disediakan oleh PT. Angkasa Pura.

Ditambahkan,Kanim Banjarmasin telah memberikan fasilitas Crew Visit selama 30 hari bagi 10 orang Crew Asing yaitu 7 Warga Negara Portugal, 2 Warga negara Belgia dan 1 Warga negara Swiss

Pemeriksaan keimigrasian tersebut dipimpin langsung oleh Azita,Kepala Subseksi Lintas Batas.

“Fasilitas Crew Visit bisa diberikan maksimal selama 60 hari, tetapi kami memberikannya selama 30 hari sesuai dengan kebutuhan Crew Asing dimaksud sebagaimana disampaikan oleh Pihak Garuda sebagai penanggungjawab keberadaan Crew Asing itu,”jelas azita.

Azita menambahkan,sejak Hari Minggu, 15 Juli 3 kemarin 3 orang Pilot asingnya telah meninggalkan Indonesia menuju Belanda melalui Bandara Soekarno-Hatta karena tugas mereka telah selesai , mengantar pesawat dimaksud yang nantinya akan mulai dioperasikan oleh Pilot kita dari Garuda Indonesia yang dimulai dengan penerbangan Kelompok Terbang (Kloter) Pertama pada hari Kamis, 19 Juli 2018 pukul 14.35 Wita

Saat ini telah dibentuk Tim Pemberangkatan Haji yang masing-masing terdiri atas 10 orang petugas di Asrama Haji dan 5 orang di Bandara.

Sementara untuk pemeriksaan dan pengecapan paspor dilakukan di Kanim Banjarmasin 1 (satu) hari sebelum keberangkaran Kloter dan paspor diterima serta diserahkan kepada Panitia Haji dalam suatu Berita Acara Serah Terima.

Peneraan Cap Berangkat harus melalui Border Control Managemen (BCM) yang servernya ada di Kanim sehingga penerapaan Cap Berangkat pada paspor masih dilakukan di Kanim.

Dengan BCM ini,maka identitas dan data keberangkatan serta kedatangan seseorang akan direkam secara langsung dan datanya dikirim ke Pusat Data Keimigrasian (PUSDAKIM) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta.

Sementara itu Dodi Karnida,Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan menyatakan, bahwa jajaran keimigrasian Kalimantan Selatan telah siap untuk melakukan pelayanan keimigrasian bagi Pemberangkatan CJH Tahun 2018 ini bahkan Divisi Keimigrasian telah menyusun Jadwal Petugas Divisi untuk melakukan monitoring setiap ada pemberangkatan.

“Seluruh jajaran keimigrasian Kalimantan Selatan juga telah siap membantu pihak Imigrasi Saudi Arabia yang mulai tahun 2018 ini di seluruh Embarkasi Haji di Indonesia ,kami melakukan kegiatan pengambilan data biometric (data sidik jari dan retina) setiap CJH di masing-masing Asrama Haji.

Dodi menbahkan, ketika calon jamaah haji tiba di Bandara di Saudi Arabia hanya tinggal melalui 1 (satu) tahapan proses lagi, yaitu mengantri untuk pengecapan tiba dibandara.

” Dari pelayanan ini diharapkan para calon jamaah haji,tidak lagi mengantri lama dan melelahkan.Bahkan khusus untuk jamaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda di Surabaya, ketika mendarat di Arab Saudi; mereka hanya tinggal mengambil kopor saja, karena pengambilan data biometrik dan Peneraan Cap Imigrasi Kedatangan di Arab Saudi telah diterakan terlebih dahulu oleh Imigrasi Saudi Arabia sebelum mereka naik ke pesawat dari tanah air.

“Fasilitas kemudahan bagi CJH ini merupakan perwujudan kerja sama yang baik antara Imigrasi Indonesia dan Imigrasi Saudi Arabia.

[Rel Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan/wtol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here