Bupati Tanbu Wisuda Santri Tahfidz Leadership

0
48
Batulicin – Bupati Tanah Bumbu,HM Zairullah Azhar mewisuda santri Rumah Tahfizh Leadership, di Desa Mekarsari, Kecamatan Simpang Empat,Rabu (12/01/22).
Ditandai dengan pengalungan selempang kepada para santri oleh Bupati dan penyerahan sertifikat oleh Sekretaris Daerah H Ambo Sakka, disaksikan perwakilan perusahaan, Ustadz, Kepala SKPD dan undangan lainnya.
Bupati mengucapkan selamat dan sukses kepada para santri rumah tahfizh itu yang telah mampu menyelesaikan hafalan 30 juz.
“Para tahfidz adalah generasi penerus bagi Kabupaten Tanah Bumbu dan juga Indonesia,” ujar Bupati seraya menambahkan bahwa para santri ini memiliki potensi menjadi pemimpin dimasa depan.
Bupati menambahkan,sejalan dengan cita-cita dan keinginan menjadikan Tanah Bumbu menjadi tempat yang penuh berkah dan sejahtera bagi masyarakatnya.
“Salah satu yang menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah adalah membangun dengan menghidupkan serta nilai-nilai religi,”imbuhnya.
Menghidupkan nilai itu salah satunya adalah melalui kegiatan seperti program rumah tahfizh di seluruh desa, sehingga lantunan Alquran akan senantiasa berkumandang di Bumi Bersujud.
Bupati juga mengungkan rasa terima kasih dan syukurnya atas partisipasi perusahaan dalam membantu pemerintah dan masyarakat melalui programnya itu.
“Ini akan menjadi model bagi yang lain dan merupakan sumbangan yang tak ternilai bagi daerah. Semoga Tanah Bumbu menjadi kota yang aman, nyaman dan berkah yang akan diwariskan dan ditinggalkan kepada anak-anak cucu kita,” pungkasnya.
Rumah Tahfizh Leadership merupakan program kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dari PT Arutmin Indonesia Site Batulicin.
Superintendent Adm dan CDEA perusahaan tersebut, Qomarudin Sukri menyampaikan rumah tahfizh itu dirintis sejak Juni 2019 dengan program hafizh 10 bulan, serta 10 orang santri dan 6 orang yang mampu hafizh 30 juz.
Kemudian di tahun 2020 dilanjutkan dengan program Tahfizh Camp yang menjadi cikal bakal penyaringan para santri yang mengikuti proram hingga sekarang.
“Selama tahun 2021, sekitar 81 santri telah mengikuti program rumah tahfizh yang terbagi dalam 10 batch (kelompok),” katanya.
Dan 9 diantaranya adalah yang diwisuda saat itu setelah mampu menghafalkan Alquran 30 juz.
Dalam kesehariannya, selain rutin menyetorkan hafalan sembari terus menjaga hafalan dan memfasihkan bacaannya, di rumah tahfizh itu para santri juga diberi bekal pengembangan diri dan kewirausahaan sebagai bekal kehidupan di masa yang akan datang.  (Mc/wtol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here