Bersepeda Jadi “Senjata” Lawan Virus Covid-19, Kok Bisa ?

0
145
Wartatanbu.co.id – Warga New York Amerika Serikat (AS), memilih bersepeda  untuk menghindari penularan virus corona dari kerumunan massa di transportasi umum.
Kegiatan bersepeda ini mulai marak digalakkan sejak virus corona menyebar di “Negeri Paman Sam”.
Sebab, pada moda transportasi umum seperti kereta bawah tanah dan bus, risiko penularan cukup besar karena ramainya orang yang berkumpul.
Citi Bike, program berbagi sepeda di kota, melaporkan lonjakan permintaan sebesar 67 persen awal bulan ini.
Dari tanggal 1-11 Maret 2020, total ada 517.768 perjalanan, dibandingkan 310.132 perjalanan selama periode yang sama pada tahun lalu.
Banyaknya warga New York yang bersepeda juga terlihat di empat jembatan East River yang menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn dan Queens.
Lokasi itu adalah rute populer bagi para pengendara sepeda.
Pada 9 Maret lalu, terdapat 21.300 penyeberangan sepeda hanya dalam satu hari, naik 52 persen dari tanggal yang sama tahun lalu (14.032 penyeberangan).
Pada saat bersamaan, jumlah penumpang kereta bawah tanah dan kereta komuter yang membawa pekerja ke New York dari pinggiran kota mengalami penurunan drastis.
Orang-orang berusaha menghindari ruang yang penuh sesak, ditambah semakin banyak kantor yang mengimbau karyawannya bekerja dari rumah.
Selain New York, Chicago juga mencatatkan lonjakan tinggi dalam jumlah pengendara sepeda.
Dari program berbagi sepeda, terlihat peningkatan dua kali lipat menjadi 82.112 perjalanan dari 1-11 Maret, dibandingkan 40.078 perjalanan untuk periode yang sama tahun lalu.
Namun, lonjakan penggunaan sepeda belum terlihat di kota-kota lain yang terkena dampak virus corona.
Di Seattle, contohnya, rata-rata pengendara sepeda pada hari kerja di tiga rute ke pusat kota turun 10 persen dibandingkan Februari.
Dari 5.000 perjalanan, kini menjadi 4.500 perjalanan.Di San Francisco juga terjadi penurunan serupa bulan ini.
Penambahan jalur sepeda
Dilansir dari New York Times, Polly Trottenberg selaku Komisaris Transportasi Kota mengatakan, pihaknya sedang mengkaji langkah-langkah tambahan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pengendara sepeda.
“Kami mengupayakan apa pun yang bisa cepat kami lakukan agar bersepeda lebih aman, mudah, dan gampang diakses,” kata Trottenberg.
Agen transportasi juga sedang mempertimbangkan untuk membuat jalur sepeda sementara, dengan mengambil sebagian jalur mobil.
Caranya dengan menempatkan cone atau penghalang.Area parkir untuk sepeda juga akan diperbanyak di trotoar dan di plaza pejalan kaki.
Kemudian di Manhattan Utara dan Bronx Selatan, rencana untuk menambah stasiun dok akan dipercepat realisasinya.
Saat ini ada lebih dari 14.000 Citi Bikes berbasis di sekitar 850 stasiun di Manhattan, Brooklyn, dan Queens.
New York memiliki jaringan jalur sepeda sepanjang 1.300 mil (sekitar 2.092 kilometer), terbesar di AS.
Dari jumlah itu, 500 mil (sekitar 804 kilometer) di antaranya dilindungi penghalang yang memisahkan jalur sepeda dengan kendaraan bermotor.
Dalam tiga tahun terakhir, jalur sepeda yang dilindungi terus bertambah dengan rata-rata penambahan 20 mil (sekitar 32 kilometer) per tahun.
Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here