Bank Indonesia Gelar FGD Klaster Padi Unggul Organik Terintegrasi

0
44
Batulicin, WTOL – Pengembangan padi organik terus dilakukan dengan bekerjasama berbagai pihak. Salah satunya melalui Forum Group Discussion (FGD) Program Peningkatan Produktivitas Tahun 2019 Klaster Padi Unggul Organik Terintegrasi Kab Tanbu,di Aula Kantor Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana,Senin (13/5/19)
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Prov Kalsel) dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Suhartoyo.
Selain mengundang para petani di wilayah Desa Sumber Baru, FGD juga turut menghadirkan pihak terkait seperti Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Bagian Perekonomian, Camat Angsana, Perangkat Desa dan para Penyuluh Pertanian.
Dalam FGD dipaparkan beberapa hal menarik. Seperti yang disampaikan oleh salah satu peternak Syamsul Arifin, tentang integrasi peternakan sapi dan pertanian padi.
“Selama ini sapi warga belum dikandangkan secara khusus. Ternak biasanya digembalakan pada siang hari lalu setelah gelap diletakkan di dekat rumah,” bebernya.
Ia mengatakan sapi-sapi yang terlihat adalah sapi yang sedang digembalakan, bukan milik pribadi. Bahkan ada beberpa sapi liar dari luar yang masuk hingga ke pekarangan dan lahan pertanian milik warga.
“Kami ingin sekali menerapkan integrasi antara kandang sapi dan padi sawah. Semoga cepat terlihat hasil percontohan dari kandang yang akan dibuat, agar masyarakat menjadi sadar manfaat pertanian organik itu,” sebutnya.
Konsultan Bank Indonesia, Untung Torang yang hadir dalam FGD memaparkan berbagai manfaat dari Klaster Padi Unggul Organik Terintegrasi tersebut.
“Salah satu keuntungannya adalah, dengan dikandangkan, maka kotoran sapi bisa dikumpulkan dengan mudah dan menjadi pupuk bagi pertanian padi organik yang ada serta mampu meningkatkan produktivitas padi itu sendiri,” ujarnya.
Apabila panen padi, maka jerami padi bisa disimpan untuk dijadikan sebagai pakan sapi. Lalu hubungan ini akan terjadi berulang ulang dan terus menerus.
Pada tahun ini akan ada pelatihan lagi dari Bank Indonesia tentang pertanian padi organik, dari mulai proses penyiapan bibit, pengolahan lahan hingga pembuatan pupuk organik.
“Semoga di bulan Juli kita bisa laksanakan pelatihan tersebut. Dan pelatihannya kali ini langsung dipraktekkan di sawah petani,” papar Untung.
Seraya menambahkan, untuk sapi kedepannya akan dilakukan perbaikan atau pembuatan kandang dan pelatihan pembuat pakan sapi.
Mc/wtol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here