Apoteker di Banjarmasin Bikin KOPI TB Untuk Bantu Pasien Tuberkulosis

0
51
Banjarmasin – Banyaknya pasien tuberkulosis (TBC) yang lambat sembuh karena tidak disiplin minum obat, menginspirasi seorang apoteker di Banjarmasin berinovasi. M. Ary Aprian Noor, yang bekerja di Puskesmas Banjarmasin Indah, Telaga Biru, Banjarmasin, membuat KOPI TB.
Penemuannya ini pun mengantarkan Ary sebagai salah satu dari lima tenaga kesehatan di Kalimantan Selatan berlomba di level nasional sebagai tenaga kesehatan teladan inovatif. Dua hari ke depan ia bakal masuk karantina di Jakarta, untuk mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ary meluncurkan karya berupa KOPI TB. Namun kopi ini bukan untuk dikomsumsi pasien TBC, melainkan sebuah kotak alat bantu pengingat minum obat TBC. KOPI TB dibuat sebagai langkah praktis bagi karena kebanyakan pasien TBC tidak disiplin meminum obat yang sudah diprogram dokter selama enam bulan untuk proses kesembuhannya.
Baca Juga : Lantik 42 Kades,Bupati Ingatkan Penggunaan Dana Desa.
Baca Juga : PTT Dan Tenaga Kontrak Tanbu Akan Diuji Kompetensi.
KOPI TB sendiri merupakan alat bantu minum obat dan pada kotak ajaib ini sudah tertera jadwal hari minum obatnya. Ini semata-mata untuk memudahkan pasien mengingat minum obat secara teratur. Jadi ini membantu mereka mengatasi kelupaan minum obat,” jelas Ary, usai presentasi di depan awak media, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu siang (06/11).
Obat-obat di dalam KOPI TB ditaruh berdasarkan jadwal nama-nama hari. Layanan KOPI TB ini sudah Ary lakukan dalam kurun setahun terakhir ini. Terbukti sejumlah pasien pasien TBC di puskesmas tempat ia bekerja, merasakan manfaatkan alat karena tak perlu bingung lagi untuk mengingat minum obat yang sesuai dengan resep dokter.
Baca Juga : Lantik 44 Pejabat, Bupati : Berikan Pelayanan Maksimal
Baca Juga : Kementerian LHK Tetapkan Pulau Burung Dan Sewangi Jadi Taman Wisata Alam (TWA)
Pasien TB itu harus rutin minum selama enam bulan. Karena selama enam bulan itu bisa saja pasien lupa minum obat. Mudah-mudahan dengan kotak ini pasien terbantu,” katanya sembari memperlihatkan KOPI TB.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dr Muslim, mengapresiasi langkah yang ditempuh Ary. Pihaknya merasa terbantu dengan inovasi-inovasi tenaga kesehatan muda dalam mendukung program kesehatan di daerah, terlebih membantu pasien TBC dalam proses penyembuhan.
Menurut dr Muslim, mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien TBC yang aktif dan tidak menerima pengobatan bisa menulari rata-rata 10-15 orang setiap tahun. Keberadaan inovasi KOPI TB dinilai salah satu langkah percepatan membantu proses penyembuhan bagi penyakit menular ini.
“Kita akan dorong masyarakat, pasien, maupun keluarganya untuk menerapkan salah satu inovasi yang dikembangkan saudara Ary ini. Ini juga meningkatkan komitmen kita untuk pencegahan dan penyebaran penyakit tuberkulosis. Selain itu, layanan ini juga melakukan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.” tandasnya.

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here